Kamis, 26 Februari 2026
Walisongo Global Media
Health

Minum Air Es pas Buka Puasa Bikin Lemak Menggumpal? Cek Faktanya di Sini!

Admin WGM - Monday, 23 February 2026 | 04:00 PM

Background
Minum Air Es pas Buka Puasa Bikin Lemak Menggumpal? Cek Faktanya di Sini!
Air dingin baik untuk buka puasa? (Alodokter/)

Melepas dahaga dengan segelas air es saat azan Magrib berkumandang memang memberikan sensasi kesegaran yang tiada duanya. Di tengah cuaca tropis Indonesia, air dingin sering kali menjadi menu primadona yang paling dicari untuk membatalkan puasa. Namun, di balik kesegarannya, terselip sebuah mitos yang telah turun-temurun dipercaya oleh sebagian masyarakat: minum air es saat berbuka disebut-sebut dapat membuat lemak dari makanan menggumpal dan memicu perut buncit. Benarkah klaim tersebut secara medis, ataukah itu hanya sekadar kekhawatiran tanpa dasar ilmiah?

Memahami bagaimana tubuh manusia bereaksi terhadap perubahan suhu yang mendadak sangatlah penting agar kita tidak terjebak dalam informasi yang keliru. Meskipun klaim mengenai "lemak menggumpal" terdengar logis secara kasat mata, mekanisme biokimia di dalam tubuh kita jauh lebih kompleks daripada sekadar membekukan minyak di dalam gelas.

Menepis Mitos Lemak Menggumpal secara Ilmiah

Klaim bahwa air es dapat membekukan lemak di dalam perut adalah mitos. Secara biologis, tubuh manusia memiliki mekanisme pengaturan suhu yang sangat canggih yang disebut termoregulasi. Begitu air es masuk ke dalam kerongkongan dan sampai ke lambung, tubuh akan segera menyesuaikan suhu cairan tersebut agar sama dengan suhu internal tubuh manusia, yaitu sekitar 37 derajat Celsius.

Dengan kata lain, air es tidak akan bertahan lama dalam kondisi dingin di dalam perut. Cairan tersebut akan segera menghangat sebelum sempat melakukan "proses pembekuan" pada lemak dari makanan yang kamu konsumsi. Lemak akan tetap diolah oleh enzim pencernaan dan empedu menjadi molekul yang lebih kecil, terlepas dari apakah kamu meminum air es atau air hangat. Jadi, perut buncit setelah Ramadan biasanya lebih disebabkan oleh total kalori yang berlebihan dari gorengan dan takjil manis, bukan karena suhu air yang kamu minum.

Risiko Nyata Air Es bagi Lambung yang Perlu Diwaspadai

Meskipun mitos lemak menggumpal telah terbantah, bukan berarti kamu bisa mengonsumsi air es secara berlebihan saat perut kosong. Ada beberapa risiko kesehatan nyata yang harus diwaspadai jika lambung langsung dihantam suhu dingin yang ekstrem:

  1. Memicu Kontraksi Lambung (Spasme) Setelah beristirahat selama belasan jam, lambung berada dalam kondisi yang sangat sensitif. Masuknya air es secara tiba-tiba dapat menyebabkan otot-otot lambung mengalami kontraksi atau kaget. Hal inilah yang sering menyebabkan rasa mulas atau kram perut sesaat setelah berbuka puasa.
  2. Memperlambat Kerja Enzim Pencernaan Suhu yang terlalu dingin dapat menyebabkan pembuluh darah di sekitar saluran pencernaan menyempit (vasokonstriksi). Kondisi ini secara tidak langsung dapat menghambat efisiensi kerja enzim dalam memecah makanan, sehingga proses pencernaan menjadi sedikit lebih lambat dan memicu rasa begah.
  3. Memicu Refluks Asam Lambung Bagi mereka yang memiliki riwayat lambung sensitif atau GERD, suhu ekstrem dari air es dapat merangsang peningkatan asam lambung. Sensasi dingin yang terlalu kuat terkadang memicu rasa perih atau kembung yang membuat ibadah malam hari menjadi tidak nyaman.
  4. Gangguan pada Saraf Vagus Paparan suhu dingin yang mendadak pada kerongkongan dapat merangsang saraf vagus, yaitu saraf yang mengatur detak jantung. Pada beberapa kasus, hal ini bisa menyebabkan pusing ringan atau rasa "otak membeku" (brain freeze) sesaat yang cukup mengganggu.

Tips Sehat Menikmati Kesegaran saat Berbuka

Agar tetap bisa merasakan kesegaran tanpa menyakiti lambung, kuncinya adalah bertahap. Para ahli gizi sangat menyarankan untuk memulai berbuka dengan air putih suhu ruang terlebih dahulu. Berikan jeda beberapa menit agar lambung "terbangun" dari masa istirahatnya sebelum kamu mencicipi minuman dingin.

Jika tetap ingin minum air es, pilihlah air yang tidak terlalu dingin (suhu sejuk) dan minumlah secara perlahan, bukan dalam satu tegukan besar yang terburu-buru. Memadukan air sejuk dengan potongan buah segar (infused water) juga bisa menjadi opsi yang lebih sehat dan kaya nutrisi dibandingkan minuman es sirop yang tinggi gula.

Kesimpulannya, anggapan bahwa air es bikin lemak menggumpal hanyalah mitos yang tidak perlu kamu takuti lagi. Namun, menjaga kenyamanan lambung adalah fakta medis yang harus tetap diprioritaskan. Bijak dalam memilih suhu minuman saat berbuka akan membantumu terhindar dari gangguan pencernaan yang bisa merusak kekhusyukan ibadah di bulan suci. Mari lebih cerdas dalam memilah informasi dan tetap jaga pola makan yang seimbang agar tubuh tetap bugar hingga hari kemenangan tiba.