Selasa, 12 Mei 2026
Walisongo Global Media
Health

Terapi Kucing dan Manfaatnya bagi Kesehatan Mental, dari Redakan Stres hingga Atasi Kesepian

Admin WGM - Saturday, 09 May 2026 | 08:30 AM

Background
Terapi Kucing dan Manfaatnya bagi Kesehatan Mental, dari Redakan Stres hingga Atasi Kesepian
Kucing (pixabay.com/)

Konsep "terapi kucing" semakin dikenal dalam beberapa tahun terakhir. Istilah ini merujuk pada manfaat emosional dan psikologis yang diperoleh seseorang melalui interaksi dengan kucing peliharaan.

Berbagai penelitian dan pengamatan menunjukkan bahwa keberadaan kucing dapat membantu meningkatkan suasana hati serta memberikan rasa nyaman bagi pemiliknya.

Membantu Mengurangi Stres dan Kecemasan

Salah satu manfaat utama terapi kucing adalah membantu menurunkan tingkat stres. Suara dengkuran kucing atau purring dipercaya memberikan efek menenangkan bagi manusia.

Interaksi seperti mengelus atau bermain dengan kucing juga dapat memicu pelepasan hormon oksitosin dan serotonin yang berkaitan dengan rasa bahagia, sekaligus menurunkan hormon stres kortisol.

Tak heran, banyak orang merasa lebih rileks setelah menghabiskan waktu bersama hewan peliharaan mereka.

Menjadi Dukungan Emosional

Kucing kerap dianggap sebagai teman yang mampu memberikan dukungan emosional tanpa syarat. Kehadirannya membantu sebagian orang merasa lebih diterima dan tidak sendirian.

Bagi individu yang mengalami kesepian atau tekanan emosional, keberadaan kucing bisa menjadi sumber kenyamanan sehari-hari.

Dalam diskusi komunitas daring, sejumlah pemilik kucing bahkan mengaku merasa lebih tenang dan terbantu secara emosional sejak memelihara hewan tersebut.

Membantu Membentuk Rutinitas Positif

Memelihara kucing juga dapat membantu seseorang membangun rutinitas harian yang lebih teratur. Aktivitas seperti memberi makan, membersihkan kandang, atau bermain bersama kucing menciptakan rasa tanggung jawab dan tujuan.

Rutinitas ini dinilai bermanfaat bagi kesehatan mental karena membantu seseorang tetap aktif dan terhubung dengan aktivitas sehari-hari.

Berdampak pada Kesehatan Fisik

Selain mental, memelihara kucing juga dikaitkan dengan manfaat kesehatan fisik. Beberapa studi menunjukkan bahwa interaksi dengan hewan peliharaan dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil serta menurunkan risiko penyakit jantung.

Efek ini sebagian besar berkaitan dengan kemampuan hewan peliharaan dalam membantu mengurangi stres berkepanjangan.

Tidak Menggantikan Bantuan Profesional

Meski memiliki banyak manfaat, terapi kucing bukan pengganti penanganan medis atau psikologis profesional.

Bagi individu dengan gangguan kesehatan mental tertentu, bantuan psikolog atau psikiater tetap diperlukan. Kehadiran hewan peliharaan lebih tepat dipandang sebagai dukungan tambahan yang membantu meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

Selain itu, memelihara kucing juga membutuhkan komitmen, mulai dari perawatan kesehatan, kebersihan, hingga kebutuhan makanan.

Fenomena yang Semakin Populer

Popularitas terapi hewan, termasuk terapi kucing, terus meningkat di berbagai negara. Bahkan, beberapa terapis mulai melibatkan hewan dalam pendekatan terapi emosional dan perilaku tertentu.

Fenomena ini menunjukkan bahwa hubungan antara manusia dan hewan peliharaan memiliki pengaruh besar terhadap kesejahteraan psikologis.

Terapi kucing menjadi salah satu cara sederhana yang dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan mental. Dari mengurangi stres hingga memberikan dukungan emosional, kehadiran kucing mampu menghadirkan rasa nyaman bagi banyak orang. Meski demikian, memelihara hewan tetap membutuhkan tanggung jawab agar hubungan yang terjalin dapat memberikan manfaat positif bagi kedua belah pihak.