Selasa, 12 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Komisi A DPRD Jateng Dorong Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Luluk - Saturday, 09 May 2026 | 05:36 PM

Background
Komisi A DPRD Jateng Dorong Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Dialog Interaktif bersama Komisi A DPRD Prov. Jawa Tengah di studio Radio W HitsBank Pekalongan, Sabtu (9/5) (WGM/Mei)

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, DPRD Provinsi Jawa Tengah melalui Komisi A bersama Diskomdigi (Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital) Provinsi Jawa Tengah menggelar talkshow bertema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua" pada Sabtu (9/5) pukul 11.00 hingga 13.00 WIB di Radio W HitsBank Pekalongan.

Talkshow tersebut dipandu oleh host Luluk dan menghadirkan anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bapak Abdul Aziz, S.I.P serta Ibu Nur Fatwah sebagai narasumber. Diskusi membahas berbagai isu strategis seputar pendidikan, mulai dari tantangan di era digital, pemerataan akses pendidikan, hingga pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Dalam paparannya, para narasumber menjelaskan tentang tantangan yang masih harus dihadapi dalam pendidikan di Indonesia, mulai dari fasilitas infrastruktur, tenaga pendidik, hingga pendidikan awal dalam keluarga.

"Banyak sekali faktor yang masih menjadi tantangan dalam pendidikan kita, seperti penidikan pertama di keluarga, SDM atau tenaga pendidik, dan juga fasilitas infrastruktur yang tersedia," ujar Bapak Abdul Aziz, S.I.P dalam sesi diskusi tersebut.

Menurut Bapak Abdul Aziz, hal tersebut jelas bukan semata-mata tugas pemerintah saja, tetapi juga terdapat peran keluarga dan lingkungan dalam membuka pola pikir anak-anak terhadap pendidikann. Dalam hal ini, Bu Nur Fatwah juga sejalan dengan Bapak Abdul Aziz. ia juga menambahkan, bahwa yang penting itu bukan hanya pendidikan formal saja, tetapi pendidikan terkait moral dan akhlak sangat diperlukan di zaman sekarang.

Selain membahas tantangan dalam dunia pendidikan, dalam talkshow ini juga menyoroti kasus-kasus yang tengah beredar di masyarakat, seperti kesejahteraan guru honorer, isu pemberhentian guru honorer sampai tanggal 31 Desember 2026 dalam SE Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2026, hingga impact didikan keluarga untuk masa depan anak-anak.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya peran bersama dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Tidak hanya fokus pada aspek akademik, pendidikan juga diharapkan mampu membentuk karakter, etika, serta kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan semangat Hari Pendidikan Nasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk terus memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu untuk semua.