Anti Kembung! Simak Trik Makan Pelan saat Berbuka Biar Pencernaan Gak Kaget
Admin WGM - Monday, 23 February 2026 | 04:30 PM


Detik-detik menjelang azan Magrib sering kali menjadi momen yang penuh dengan godaan untuk menyantap semua hidangan di atas meja secara cepat. Setelah menahan lapar selama belasan jam, keinginan untuk segera mengenyangkan perut terkadang membuat banyak orang melupakan cara makan yang benar. Fenomena makan terburu-buru ini sering kali berakhir dengan rasa tidak nyaman pada perut, seperti sensasi kembung, begah, hingga nyeri lambung. Para ahli kesehatan pun mulai mengingatkan kembali pentingnya seni slow eating atau makan secara perlahan sebagai solusi jitu untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan selama bulan suci Ramadan.
Mengadopsi pola makan yang tenang bukan hanya soal tata krama di meja makan, melainkan tentang memberikan waktu bagi tubuh untuk memproses asupan secara optimal. Salah satu teknik yang paling disarankan adalah mengunyah makanan sebanyak 32 kali sebelum ditelan. Langkah sederhana ini dipercaya mampu mengubah kualitas kesehatan seseorang secara signifikan, terutama saat sistem pencernaan baru saja kembali aktif setelah beristirahat panjang sejak waktu imsak.
Mekanisme Pencernaan yang Lebih Ringan dengan Mengunyah Lama
Proses pencernaan manusia sebenarnya sudah dimulai sejak makanan berada di dalam mulut, bukan hanya di dalam lambung. Saat kita mengunyah makanan berkali-kali, kelenjar ludah akan memproduksi enzim amilase lebih banyak yang berfungsi untuk memecah karbohidrat menjadi molekul yang lebih sederhana. Jika makanan masuk ke dalam perut dalam kondisi yang sudah halus, beban kerja lambung akan menjadi jauh lebih ringan. Sebaliknya, potongan makanan yang terlalu besar akibat kurang dikunyah akan memaksa lambung bekerja ekstra keras dan memicu produksi asam lambung berlebih.
Selain itu, makan secara perlahan memberikan waktu bagi sinyal rasa kenyang untuk sampai ke otak. Tubuh manusia membutuhkan waktu sekitar 20 menit sejak suapan pertama untuk menyadari bahwa perut sudah mulai terisi. Dengan melakukan slow eating, Anda memberikan kesempatan bagi hormon leptin atau hormon kenyang untuk bekerja secara efektif. Hal ini secara otomatis akan mencegah Anda makan secara berlebihan yang menjadi pemicu utama rasa begah dan kantuk yang luar biasa setelah berbuka puasa.
Daftar Manfaat Mengunyah 32 Kali saat Berbuka Puasa
Penerapan teknik mengunyah yang benar memberikan dampak positif yang menyeluruh bagi tubuh. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda harus mulai mempraktikkannya:
- Mencegah Masuknya Udara Berlebih (Aerofagia) Makan terlalu cepat sering kali membuat banyak udara ikut tertelan ke dalam saluran pencernaan. Udara yang terperangkap inilah yang kemudian menyebabkan perut terasa kembung dan sering sendawa. Dengan mengunyah secara perlahan dan menutup mulut, Anda meminimalisir udara yang masuk sehingga perut tetap terasa nyaman.
- Penyerapan Nutrisi yang Lebih Maksimal Makanan yang dihancurkan secara sempurna di dalam mulut akan lebih mudah diserap nutrisinya oleh usus halus. Hal ini sangat krusial saat berpuasa, karena tubuh membutuhkan pasokan nutrisi yang efisien untuk memulihkan energi yang hilang tanpa harus membuang banyak tenaga untuk proses penghancuran makanan di dalam perut.
- Menjaga Berat Badan Tetap Stabil Ramadan sering kali menjadi tantangan bagi mereka yang sedang menjaga berat badan karena banyaknya menu manis dan gorengan. Slow eating membantu Anda lebih sadar akan rasa kenyang, sehingga asupan kalori yang masuk tetap terkendali tanpa harus merasa tersiksa karena menahan lapar.
- Menurunkan Risiko Naiknya Asam Lambung (GERD) Bagi penderita lambung sensitif, makan terburu-buru saat berbuka adalah pemicu utama heartburn. Tekstur makanan yang lembut dan produksi air liur yang cukup akan bertindak sebagai penetral alami asam lambung, sehingga risiko rasa terbakar di dada bisa dihindari.
Trik Menikmati Hidangan Berbuka dengan Pola Slow Eating
Memulai kebiasaan makan perlahan memang membutuhkan sedikit usaha ekstra, terutama di hari-hari pertama Ramadan. Anda bisa memulainya dengan meletakkan sendok atau garpu di atas meja setiap kali sedang mengunyah. Fokuslah pada rasa, aroma, dan tekstur makanan yang sedang Anda nikmati. Cara ini tidak hanya menyehatkan fisik, tetapi juga membuat Anda lebih bersyukur atas setiap suapan yang didapatkan setelah seharian berjuang menahan haus dan lapar.
Pastikan juga untuk memulai berbuka dengan porsi kecil terlebih dahulu, seperti buah kurma dan air putih, sebelum beralih ke makanan berat. Memberikan jeda sekitar 10 hingga 15 menit antara takjil dan makan besar akan membantu lambung menyesuaikan suhunya dan siap melakukan proses kimiawi pencernaan tanpa rasa kaget. Kedisiplinan dalam menerapkan seni makan ini akan membuat ibadah salat Tarawih Anda terasa lebih ringan karena perut tidak terasa penuh sesak.
Seni slow eating dan teknik mengunyah 32 kali adalah kunci sederhana namun kuat untuk mendapatkan tubuh yang segar pasca berbuka puasa. Dengan memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk bekerja secara alami, Anda telah melakukan bentuk proteksi diri dari berbagai gangguan kesehatan lambung yang mengganggu. Mari jadikan momen berbuka puasa sebagai ajang untuk lebih menghargai setiap nutrisi yang masuk ke dalam tubuh secara tenang dan berkualitas. Kesehatan yang terjaga akan memberikan energi positif untuk melanjutkan rangkaian ibadah malam hari dengan penuh semangat dan rasa syukur.
Next News

Jangan Sayang Duit! Kenali Ciri Minyak Jelantah yang Sudah Jadi Racun bagi Tubuh
19 hours ago

Jangan Terkecoh Harga Mahal! Simak Fakta Medis di Balik Label Makanan Organik
2 days ago

Bukan Cuma Nutrisi, Jarak Tempuh Bahan Makanan Ternyata Punya Dampak Besar buat Bumi
a day ago

Gak Usah Heran! Ini Alasan Medis Kenapa Makanan Terasa Hambar Saat Kamu Flu
a day ago

Sering Dianggap Madu, Ternyata Bercak Putih di Kurma Bisa Jadi Jamur Berbahaya
2 days ago

Sering Haus Padahal Sudah Minum Banyak? Ternyata Ini Fungsi Rahasia Garam Menurut Medis
3 days ago

Jangan Asal Lahap! Ini Edukasi Cara Makan yang Benar Agar Enzim Pencernaan Bekerja Maksimal Usai Berpuasa
3 days ago

Minum Air Es pas Buka Puasa Bikin Lemak Menggumpal? Cek Faktanya di Sini!
3 days ago

Gemini berkata Diet Ramadan: Mengapa Banyak Orang Justru Bertambah Berat Badan?
3 days ago

Jangan Asal Masak! Ini Rahasia Membuat Kolak yang Tidak Cepat Basi, Kuncinya Ada pada Teknik Pengolahan Santan
4 days ago





