Kamis, 26 Februari 2026
Walisongo Global Media
Health

Sering Haus Padahal Sudah Minum Banyak? Ternyata Ini Fungsi Rahasia Garam Menurut Medis

Admin WGM - Monday, 23 February 2026 | 07:07 PM

Background
Sering Haus Padahal Sudah Minum Banyak? Ternyata Ini Fungsi Rahasia Garam Menurut Medis
Garam (Alodokter /)

Fenomena meletakkan sedikit garam di ujung lidah saat mengakhiri waktu sahur kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Praktik yang sering dianggap sebagai rahasia turun temurun ini dipercaya memiliki khasiat luar biasa dalam menahan rasa haus yang menyiksa selama menjalankan ibadah puasa belasan jam. Banyak orang mengeklaim bahwa teknik sederhana tersebut mampu menjaga kesegaran tenggorokan meski harus beraktivitas di bawah terik matahari. Namun, di tengah kepopulerannya, muncul pertanyaan mendasar mengenai bagaimana kaitan antara butiran kristal asin ini dengan mekanisme hidrasi tubuh manusia secara medis. Apakah hal tersebut murni fakta biologis ataukah hanya sugesti yang berkembang secara luas?

Penjelasan mengenai penggunaan garam sebenarnya berkaitan erat dengan keseimbangan elektrolit di dalam sel tubuh. Rasa haus muncul bukan hanya karena tubuh kekurangan air, melainkan juga akibat hilangnya mineral penting yang bertugas mengikat cairan tersebut. Garam atau natrium klorida memegang peranan krusial sebagai penahan air agar tidak terlalu cepat dikeluarkan melalui urine atau keringat.

Mekanisme Natrium dalam Menahan Cairan Tubuh

Prinsip kerja natrium di dalam sistem metabolisme manusia berfungsi sebagai pengatur volume darah dan tekanan osmotik. Saat seseorang meletakkan garam di ujung lidah, kelenjar ludah akan terstimulasi untuk memproduksi lebih banyak air liur. Kondisi ini memberikan sinyal awal pada otak bahwa tubuh sedang mendapatkan asupan mineral yang diperlukan untuk mengunci molekul air di dalam pembuluh darah. Natrium bekerja layaknya spons yang menarik air masuk ke dalam sel dan mempertahankannya di sana lebih lama.

Proses penahanan cairan ini sangat penting terutama saat seseorang tidak mendapatkan asupan minum dalam durasi yang panjang. Tanpa keberadaan mineral yang cukup, air putih yang diminum dalam jumlah banyak saat sahur justru akan langsung dibuang oleh ginjal karena tubuh menganggapnya sebagai kelebihan cairan yang tidak terikat. Kehadiran sedikit unsur garam membantu menstabilkan cairan tersebut sehingga proses hidrasi berlangsung secara berkelanjutan hingga waktu berbuka tiba.

Daftar Manfaat dan Batasan Penggunaan Garam untuk Hidrasi

Meskipun terlihat menjanjikan sebagai solusi anti haus, penggunaan garam harus dilakukan dengan dosis yang sangat tepat. Berikut adalah beberapa poin medis yang perlu diperhatikan mengenai praktik unik ini:

  1. Memicu Refleks Kelenjar Ludah Sensasi asin yang menyentuh lidah akan merangsang saraf kranial untuk membasahi rongga mulut secara alami. Hal tersebut sangat membantu mengurangi rasa kering pada tenggorokan yang sering memicu rasa haus terselubung di siang hari.
  2. Menyeimbangkan Rasio Elektrolit Keringat yang keluar saat beraktivitas mengandung natrium yang cukup banyak. Mengonsumsi sedikit garam di waktu sahur membantu mengganti potensi kehilangan mineral tersebut sebelum aktivitas dimulai, sehingga otot tidak mudah mengalami kram akibat ketidakseimbangan kimiawi.
  3. Mencegah Fenomena Sering Buang Air Kecil Minum air putih terlalu banyak tanpa asupan mineral sering kali menyebabkan seseorang terus menerus pergi ke kamar mandi. Garam membantu air meresap ke jaringan tubuh lebih dalam sehingga frekuensi pengeluaran cairan bisa lebih terkendali.
  4. Waspada Risiko Hipertensi Pemberian garam di ujung lidah hanya boleh dilakukan dalam jumlah yang sangat sedikit, yakni seujung kuku. Penggunaan berlebihan justru akan memicu tekanan darah tinggi dan malah menyebabkan dehidrasi seluler karena tubuh akan berusaha mengeluarkan kelebihan garam tersebut dengan menarik air dari dalam sel.

Panduan Bijak Menerapkan Trik Garam saat Sahur

Cara terbaik untuk mempraktikkan hal ini adalah dengan melakukannya tepat sebelum waktu imsak tiba. Setelah Anda menyelesaikan makan sahur dan minum air putih yang cukup, ambillah sejumput kecil garam dapur berkualitas tinggi. Letakkan di ujung lidah dan biarkan larut secara alami bersama air liur sebelum Anda membilasnya dengan satu tegukan terakhir air putih. Teknik tersebut dianggap lebih aman dibandingkan mencampurkan garam secara langsung ke dalam gelas minuman yang mungkin bisa merusak rasa dan tekstur air.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi saat sahur. Hindarilah makanan yang terlalu banyak mengandung penyedap rasa sintetis atau makanan instan yang sudah tinggi natrium. Jika menu sahur Anda sudah mengandung banyak garam, maka trik meletakkan garam di ujung lidah ini menjadi tidak perlu lagi dilakukan. Fokus utama tetaplah pada asupan gizi seimbang yang terdiri dari serat dan protein agar tubuh memiliki cadangan energi yang stabil sepanjang hari.

Rahasia garam di ujung lidah ternyata memiliki landasan medis yang cukup logis dalam konteks menjaga keseimbangan elektrolit dan mengikat cairan di dalam tubuh. Teknik tersebut bisa menjadi bantuan tambahan bagi mereka yang memiliki aktivitas fisik padat agar tidak mudah merasa kering di bagian tenggorokan. Namun, kedisiplinan dalam mengatur porsi dan tidak berlebihan tetap menjadi kunci utama agar manfaatnya tidak berubah menjadi risiko kesehatan bagi lambung dan tekanan darah. Mari bijak dalam menyerap tren kesehatan dengan tetap berkonsultasi pada fakta medis yang akurat. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membuat ibadah puasa terasa lebih ringan dan penuh semangat hingga hari kemenangan nanti.