Senin, 27 April 2026
Walisongo Global Media
Health

Es Teh Jumbo: Segar dan Murah, tapi Perlu Waspada Dampak Kesehatannya

Admin WGM - Saturday, 25 April 2026 | 12:00 PM

Background
Es Teh Jumbo: Segar dan Murah, tapi Perlu Waspada Dampak Kesehatannya
Es teh jumbo (Google/)

Fenomena es teh jumbo kian menjamur di berbagai daerah. Minuman ini banyak dijual mulai dari pinggir jalan hingga pusat perbelanjaan dengan harga relatif murah, berkisar antara Rp2.500 hingga Rp5.000 per gelas.

Popularitasnya tidak lepas dari kemampuannya menjadi "pelepas dahaga instan" di tengah cuaca panas. Selain itu, kemudahan akses dan variasi rasa membuat es teh jumbo semakin digemari oleh berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Namun, di balik popularitas tersebut, muncul sejumlah perhatian terkait kandungan bahan dan dampaknya terhadap kesehatan.

Kandungan Gula yang Tinggi

Salah satu faktor utama yang perlu diwaspadai adalah kandungan gula. Banyak konsumen cenderung memilih teh manis dengan tingkat kemanisan tinggi.

Padahal, konsumsi gula berlebih dapat berdampak buruk bagi tubuh. Berdasarkan anjuran Kementerian Kesehatan, batas konsumsi gula harian adalah sekitar 4 sendok makan. Namun, data menunjukkan rata-rata konsumsi masyarakat bisa melampaui batas tersebut.

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, gula berlebih dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti:

  • Obesitas
  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengaitkan konsumsi gula tinggi dengan berbagai penyakit kronis tersebut.

Risiko dari Bahan Tambahan

Selain gula, kualitas bahan yang digunakan dalam es teh jumbo juga menjadi perhatian. Dalam beberapa kasus, minuman ini dapat mengandung bahan tambahan seperti:

  • Pengawet (misalnya natrium benzoat)
  • Perisa sintetis
  • Pemanis buatan seperti aspartam atau sukralosa

Penggunaan bahan-bahan ini sebenarnya masih aman dalam batas tertentu. Namun, jika digunakan berlebihan, dapat memicu berbagai gangguan kesehatan seperti peradangan, gangguan saraf, hingga masalah metabolisme.

Susu Kental Manis yang Menyesatkan

Beberapa varian es teh jumbo juga menggunakan susu kental manis (SKM) sebagai tambahan. Meski memberi rasa lebih creamy, kandungan gula dalam SKM sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 42–50 gram per kaleng.

Hal ini membuat minuman menjadi jauh lebih manis dan berpotensi meningkatkan risiko penyakit jika dikonsumsi rutin.

Dampak Jangka Panjang bagi Kesehatan

Dampak dari konsumsi es teh jumbo tidak langsung terasa dalam jangka pendek. Namun, jika menjadi kebiasaan, efeknya bisa menumpuk dalam tubuh.

Ahli kesehatan menyebut bahwa konsumsi minuman manis berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah (hiperglikemia) yang berujung pada diabetes.

Selain itu, kandungan dalam teh seperti tanin juga dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi berlebihan, yang berpotensi memicu anemia.

Bukan Minumannya, Tapi Kebiasaannya

Meski memiliki potensi risiko, es teh jumbo tidak sepenuhnya "berbahaya". Permasalahan utama terletak pada:

  • Jumlah konsumsi
  • Kualitas bahan
  • Kandungan gula yang berlebihan

Dengan kata lain, yang perlu dikendalikan adalah pola konsumsi, bukan sekadar menghindari minumannya secara total.

Tips Konsumsi Lebih Sehat

Agar tetap bisa menikmati es teh jumbo tanpa mengorbankan kesehatan, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan:

  • Pilih tingkat gula yang lebih rendah
  • Hindari tambahan pemanis buatan berlebihan
  • Batasi frekuensi konsumsi
  • Pilih penjual yang menggunakan bahan alami
  • Kurangi penggunaan susu kental manis

Langkah ini dapat membantu menjaga keseimbangan antara menikmati minuman segar dan menjaga kesehatan tubuh.

Es teh jumbo memang menawarkan kesegaran dan kepraktisan yang sulit ditolak, terutama di tengah cuaca panas. Namun, kesadaran akan kandungan dan cara konsumsinya menjadi kunci agar minuman ini tidak berubah menjadi ancaman kesehatan. Dalam jangka panjang, pilihan sederhana seperti mengurangi gula dapat memberikan dampak besar bagi kualitas hidup.