Jumat, 23 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Ditinggal Beli Token Listrik, Balita 2 Tahun di Juwana Pati Tewas dalam Kebakaran Rumah

Azizatul Khifdiyah - Monday, 12 October 2026 | 11:45 AM

Background
Ditinggal Beli Token Listrik, Balita 2 Tahun di Juwana Pati Tewas dalam Kebakaran Rumah
Rumah warga di Juwana, Pati terbakar pada Minggu (11/10/2026) malam. Seorang balita berusia 2 tahun meninggal dunia akibat luka bakar parah saat ditinggal orang tuanya membeli token listrik. (Detik Jateng/)

​Peristiwa kebakaran hebat melanda sebuah rumah milik warga di kawasan Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026) malam. Insiden memilukan tersebut mengakibatkan seorang balita berusia dua tahun meninggal dunia akibat menderita luka bakar amat parah di dalam kamar rumahnya. Dilansir dari detikJateng, korban yang sedang berada sendirian di rumah sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan mengembuskan napas terakhir.

​Bangunan rumah tempat tinggal yang dilalap si jago merah tersebut diketahui merupakan milik seorang warga setempat bernama Purwanto. Petugas Pemadam Kebakaran dan Linmas pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati menerima laporan musibah tersebut pada Minggu malam pukul 20.55 WIB. Guna memadamkan kobaran api yang menghanguskan bangunan rumah itu, sebanyak dua unit armada pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

​Proses pemadaman langsung dilakukan oleh tim petugas pemadam kebakaran bersama warga sekitar untuk mencegah api meluas ke area pemukiman warga lainnya. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, pihak pemadam kebakaran mengonfirmasi adanya korban jiwa anak balita beserta kondisi luka bakar yang dialaminya.

"Korban anak berumur 2 tahun (meninggal), mengalami luka bakar 90 persen," kata Kabid Damkar dan Linmas pada Satpol PP Kabupaten Pati, Dwi Prasetyo saat dimintai konfirmasi, Senin (12/10/2026).

​Selain merenggut nyawa balita malang tersebut, insiden kebakaran ini juga menimbulkan dampak kerugian secara materiil yang dialami oleh pihak pemilik rumah. Dwi Prasetyo membeberkan bahwa kobaran api membakar bagian utama dari bangunan rumah warga yang berlokasi di wilayah Kecamatan Juwana tersebut.

"Bagian yang terbakar rumah, kerugian material Rp 15 juta," jelasnya.

​Berdasarkan keterangannya secara terpisah, salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa kebakaran diperkirakan terjadi sekira pukul 20.00 WIB. Saksi tersebut menjelaskan bahwa masyarakat sekitar awal mulanya sangat terkejut sewaktu menyaksikan kobaran api besar mendadak muncul dari dalam tempat tinggal korban.

"Saat kejadian pemilik orang, orang tua balita sedang beli token (listrik) ke luar rumah," jelasnya.

​Pihak orang tua balita kaget luar biasa sewaktu kembali ke lokasi dan mendapati tempat tinggal tempat mereka bernaung sudah terbakar hebat. Kepanikan keluarga semakin memuncak karena anak balita mereka yang berada di dalam kamar ditinggalkan sendirian sewaktu ditinggal pergi membeli token listrik.

"Si anak sempat dibawa ke rumah sakit, sampai di rumah sakit akhirnya dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.

​Korban balita tersebut sempat dilarikan menuju fasilitas rumah sakit terdekat demi mendapatkan pertolongan dan perawatan penanganan medis secara darurat. Namun, takdir berkata lain hingga balita berusia dua tahun itu dinyatakan meninggal dunia sesampainya di rumah sakit akibat luka bakar parah.

"Semalam langsung dimakamkan," lanjut dia.