Buleleng Diguncang Gempa Darat M 3,8: Getaran Terasa hingga Bali Bagian Selatan
Admin WGM - Thursday, 23 April 2026 | 02:30 PM


Masyarakat di wilayah Bali dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik yang terjadi pada waktu subuh, Kamis (23/4/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa tersebut berkekuatan Magnitudo (M) 3,8 dengan pusat getaran berada di darat, wilayah Kabupaten Buleleng. Meskipun berkekuatan moderat, getaran gempa dirasakan cukup kuat oleh warga di beberapa kabupaten tetangga dan memicu kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan yang signifikan maupun korban jiwa, namun otoritas terkait terus melakukan pemantauan di lapangan.
Parameter Gempa dan Lokasi Pusat Getaran
Berdasarkan data resmi dari BMKG Wilayah III Denpasar, gempa bumi terjadi tepat pada pukul 05.12 WITA. Episenter atau pusat gempa terletak pada koordinat 8,24 Lintang Selatan dan 115,10 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak sekitar 15 kilometer arah tenggara Buleleng, Bali. Gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal dengan kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer.
Melansir laporan RRI Singaraja, aktivitas seismik ini disebabkan oleh adanya patahan lokal di wilayah daratan Bali Utara. Karakteristik gempa dangkal inilah yang menyebabkan getaran terasa cukup nyata di permukaan meskipun magnitudonya tidak terlalu besar.
Sebaran Getaran hingga Tabanan
Guncangan gempa dilaporkan terasa di beberapa wilayah dengan intensitas yang beragam. Berdasarkan laporan masyarakat dan analisis BMKG, getaran dirasakan paling kuat di wilayah Buleleng dengan skala intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity), di mana getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan seakan-akan ada truk besar yang berlalu.
Sebagaimana dilaporkan Kompas.com, dampak getaran ternyata meluas hingga ke wilayah Kabupaten Tabanan. Sejumlah warga di Tabanan melaporkan sempat terbangun dari tidur karena merasakan guncangan yang berlangsung selama beberapa detik. "Getarannya terasa singkat tapi cukup kuat untuk menggoyang lampu gantung dan jendela kaca," ungkap salah seorang warga di Tabanan. BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami karena pusatnya berada di darat.
BMKG Imbau Kewaspadaan terhadap Gempa Susulan
Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat karakteristik aktivitas sesar lokal yang bisa memicu getaran susulan.
Melalui rilis resmi yang disiarkan Metro TV, BMKG menyarankan warga untuk melakukan pengecekan terhadap struktur bangunan rumah masing-masing. Warga diminta memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan. "Masyarakat dihimbau agar menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa," tulis pernyataan BMKG tersebut.
Mitigasi dan Kondisi Terkini
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng dan Tabanan hingga saat ini masih melakukan pendataan di tingkat desa dan kecamatan untuk memastikan kondisi infrastruktur publik. Sejauh ini, fasilitas umum seperti jalan raya, jembatan, dan tempat ibadah dilaporkan masih dalam kondisi aman dan berfungsi normal.
Fenomena gempa bumi di Bali memang sering terjadi mengingat letak geografis pulau ini yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik dan memiliki banyak sesar aktif di daratan maupun lautan. Kejadian subuh tadi menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat dan wisatawan di Bali. Otoritas setempat meminta warga untuk selalu memperbarui informasi melalui aplikasi resmi BMKG guna mendapatkan data yang akurat dan tepat waktu terkait aktivitas seismik di wilayah Kepulauan Nusa Tenggara.
Next News

Terlibat Peredaran Gelap Narkoba, Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Ditangkap Bareskrim
in 2 hours

Dituduh Maling Ayam Berujung Ajal: Ironi Aksi Brutal Warga di Tengah Pudarnya Rasa Kemanusiaan
in an hour

Satu Kesempatan Emas! BPS dan Bima Arya Ingatkan Pentingnya Kesiapan Hadapi Bonus Demografi
in 3 hours

Pekerja Rumah Eks Jampidsus Ditemukan Tewas, Penyidik Endus Kejanggalan
in 34 minutes

PDIP Desak Pemerintah Buka Kembali Penyelidikan Kasus Kudatuli 27 Juli 1996
in 5 hours

Pesan Menohok Mahfud MD di KUII: Ormas Islam Jangan Cuma Amar Ma'ruf, Tapi Lupa Nahi Munkar
in 4 hours

Resmi! Tokoh La Via Campesina Henry Saragih Ditunjuk Jadi Sekjen Baru Partai Buruh
in 3 hours

Kronologi dr. Siti Zahra Maghfira, Dokter Internship yang Tewas Jatuh dari Lantai 18 Apartemen
in 2 hours

Polisi Tepis Isu Nasi Uduk dan Perusakan Masjid dalam Bentrokan Menteng, 200 Personel Gabungan Diterjunkan
in an hour

Peringatan Keras JPMorgan: Dampak Super El Nino Berpotensi Guncang Ketahanan Pangan dan Ekonomi RI
a day ago





