Rabu, 10 Juni 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Rupiah Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, Produsen Tempe Menjerit

Admin WGM - Tuesday, 09 June 2026 | 05:00 PM

Background
Rupiah Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, Produsen Tempe Menjerit
Harga Kedelai Naik (Ippom Mui /)

Melemahnya nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.024 per dolar Amerika Serikat terjadi pada Selasa (9/6). Nilai tukar tersebut kian berdampak pada segala sektor, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keluhan banyak terjadi di kalangan pedagang, salah satunya ialah pedagang tahu dan tempe.

Hal ini disebabkan oleh naiknya harga bahan baku utama seperti kedelai yang masih mengandalkan pasokan impor. Berdasarkan data yang dihimpun, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa sekitar 95 persen kebutuhan kedelai nasional tahun 2026, atau sebanyak 2,6 juta ton, berasal dari pasokan impor. Dampak pelemahan nilai tukar turut dirasakan oleh produsen tempe di Pekalongan yang berlokasi di Kuripan Lor Gang 9, Kota Pekalongan. Pemilik usaha tempe, Ghofur, menyampaikan bahwa lonjakan harga kedelai dan plastik kini menjadi beban utama produksi, Selasa (9/6/2026).

Harga kedelai impor saat ini berkisar antara Rp10.000,00 dan Rp11.000,00 dari harga semula Rp8.000,00. Menghadapi permintaan yang tetap tinggi, ia menyiasati kelangkaan kedelai ini dengan cara memangkas berat tempe atau membuatnya menjadi lebih tipis.

Menyikapi hal demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat nilai tukar rupiah agar biaya produksi pelaku usaha dapat stabil. Keberhasilan pengendalian nilai tukar akan tercapai jika kerja sama antara fiskal dan moneter saling bersinergi.