Buka-Bukaan Bos Blueray John Field di Sidang: Alirkan Uang Haram Rp525 Juta ke Pejabat Bea Cukai
Azizatul Khifdiyah - Thursday, 03 September 2026 | 11:40 AM


Pemilik Blueray Cargo Group, John Field, memberikan pengakuan penting terkait tindak pidana korupsi yang menyeret jajaran pabean. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat hadir sebagai saksi dalam sidang dugaan penerimaan gratifikasi Direktorat Jenderal Bea Cukai di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Di hadapan majelis hakim, John membeberkan bahwa dirinya telah menyetor aliran dana ilegal dengan total nilai mencapai Rp525 juta kepada eks Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo.
Dilansir dari Kompas.com, penyerahan uang haram tersebut dilakukan sebanyak tujuh kali demi melancarkan proses clearance importasi barang-barang milik perusahaan kargo tersebut. Menurut rincian yang disampaikan di persidangan, seluruh persiapan uang tunai dikelola langsung oleh staf keuangan internal Blueray yang bernama Vini. Uang korupsi tersebut disiapkan secara khusus dalam bentuk pecahan valuta asing Dolar Singapura agar lebih ringkas saat ditransaksikan secara tersembunyi.
Berdasarkan laporan pemeriksaan, proses pengiriman dana tunai tersebut tidak diserahkan secara langsung oleh John melainkan memanfaatkan pihak perantara di internal instansi. Penyerahan uang fisik dari pihak pengusaha kepada pejabat penerima dieksekusi secara bertahap melalui bantuan pejabat Bea Cukai bernama Orlando Hamonangan. Jaksa penuntut umum kemudian membeberkan bukti kuat berupa catatan pembukuan internal perusahaan yang mencantumkan kode khusus "BY" sebagai simbol penerima dana yang merujuk kepada Budiman Bayu Prasojo.
Mengutip laporan persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, jaksa penuntut umum mencecar saksi John Field untuk memastikan alur penyerahan uang gratifikasi tersebut.
"Kesemuanya lewat Pak Orlando?" tanya jaksa.
"Iya," jawab John.
Pernyataan singkat saksi di atas mempertegas rantai keterlibatan para pihak dalam praktik penyimpangan prosedur kepabeanan tersebut. Setelah mendengar pengakuan saksi, jaksa penuntut umum memperdalam pertanyaan guna mengonfirmasi keberadaan penolakan atas pemberian amplop berisi uang asing itu. Berdasarkan fakta yang terungkap di muka persidangan, John Field membenarkan bahwa sama sekali tidak ada penolakan maupun pengembalian uang dari pihak terdakwa selama tujuh kali transaksi dilakukan.
Seluruh amplop terlarang yang diserahkan perantara selalu diterima dengan lancar oleh pejabat yang bersangkutan tanpa ada hambatan. Mengutip data persidangan lebih lanjut, jaksa mengungkap total alokasi dana operasional nonprosedural dari pihak Blueray secara keseluruhan sebenarnya mencapai angka fantastis Rp61,9 miliar. Rangkaian persidangan perkara ini terus digelar oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk mengusut tuntas praktik suap dan penyalahgunaan wewenang di lingkungan instansi penerimaan negara tersebut.
Next News

Mantan Calon Bupati Deli Serdang Jadi Otak Pengiriman Uang Palsu Rp 980 Juta untuk Demo di Jakarta
in 4 hours

Kayuh Sepeda Pekalongan-Jakarta Berujung Tersangka, Bareskrim Polri Periksa Keluarga Pedagang Singkong
in an hour

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
16 hours ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
20 hours ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
a day ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
2 days ago

Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Polemik Deklarasi Mahasiswa di Bundaran HI
2 days ago

Melestarikan Warisan Budaya, Parade Kain Batik 116 Meter Bentang Pewarna Alami di Kota Pekalongan
2 days ago

Gelombang Pengunduran Diri Musisi dan UMKM Warnai Rencana Penyelenggaraan RANS Carnival di Sleman
3 days ago

Putusan Kasasi Mahkamah Agung Batalkan Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
3 days ago


