Bahaya Alumni Kamboja, Mantan Pekerja Migran Jadi Otak Judi Online di Jakarta
Admin WGM - Monday, 11 May 2026 | 11:45 AM


Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan tindakan tegas terhadap jaringan kejahatan siber transnasional yang beroperasi di wilayah ibu kota. Sebanyak 320 warga negara asing (WNA) yang tergabung dalam sindikat judi daring (online) di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, resmi dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) setelah menjalani serangkaian pemeriksaan intensif. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia memperketat pengawasan terhadap aktivitas ilegal yang memanfaatkan teknologi informasi lintas negara.
Operasi besar-besaran ini tidak hanya menyasar operator lapangan, tetapi juga mengungkap keterlibatan warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki rekam jejak kriminal di luar negeri.
Ratusan WNA Sindikat Judi Daring Berbaju Tahanan
Proses pemindahan para tersangka berlangsung dengan pengawalan ketat personel kepolisian dan petugas imigrasi. Melansir laporan detikNews, sebanyak 320 WNA tersebut terlihat mengenakan baju tahanan berwarna oranye saat digiring dari lokasi penggerebekan menuju kendaraan yang akan membawa mereka ke Rudenim. Para tersangka diduga kuat berperan sebagai operator dan admin dalam skema perjudian daring berskala internasional yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi di kawasan perkantoran Hayam Wuruk.
Penyitaan aset berupa ratusan unit komputer, ponsel pintar, dan peralatan jaringan kelas atas menjadi bukti kuat keterlibatan mereka dalam aktivitas ilegal yang merugikan masyarakat luas tersebut. Pemindahan ke Rudenim dilakukan sebagai tahap awal sebelum proses hukum lanjutan dan deportasi dilaksanakan.
Keterlibatan WNI "Alumni Kamboja" Terungkap
Fakta mengejutkan muncul dalam pengembangan kasus ini. Pihak kepolisian menemukan adanya keterlibatan tenaga kerja lokal yang memiliki pengalaman bekerja di sektor serupa di luar negeri. Melansir laporan detikNews, terungkap bahwa terdapat WNI yang merupakan alumni sindikat judi daring dari Kamboja yang bertindak sebagai jembatan sekaligus pengatur operasional sindikat di Hayam Wuruk.
Para pelaku ini diduga membawa "ilmu" dan sistem kerja dari jaringan judi internasional di Kamboja untuk diimplementasikan di Indonesia. Peran mereka meliputi pelatihan bagi operator asing hingga pengelolaan infrastruktur teknis agar tidak terendus oleh otoritas keamanan siber nasional. Temuan ini menjadi peringatan bagi pemerintah mengenai bahaya laten kepulangan para pekerja migran yang terafiliasi dengan jaringan kejahatan transnasional.
Indonesia Bukan Tempat Aman bagi Penjahat Siber
Aksi tegas ini merupakan bagian dari komitmen besar Polri dalam membersihkan ruang digital nasional. Melansir laporan Antara News Gorontalo, Polri menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi kejahatan siber transnasional di Indonesia. Penindakan di Hayam Wuruk menjadi bukti nyata bahwa integrasi data antara intelijen kepolisian dan kementerian terkait semakin solid dalam mendeteksi aktivitas mencurigakan di kawasan bisnis.
Polri berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum internasional, termasuk Interpol, guna melacak aliran dana dan otak di balik sindikat ini yang diduga berada di luar negeri. Penguatan keamanan siber nasional kini menjadi prioritas utama guna melindungi kedaulatan digital bangsa.
Komitmen Memberantas Bandar dan Penipuan Internasional
Ketegasan institusi kepolisian juga disuarakan melalui wilayah-wilayah penyangga. Melansir laporan resmi Tribratanews Polres Kediri, Polri menegaskan komitmennya untuk memberantas judi daring hingga ke akar-akarnya. Fokus utama saat ini adalah mencegah agar Indonesia tidak menjadi tempat bagi bandar dan pelaku penipuan (scam) internasional dalam menjalankan aksinya.
Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap tawaran pekerjaan di sektor digital yang tidak memiliki legalitas jelas, terutama yang menjanjikan upah tinggi namun mengharuskan pekerja tinggal di lokasi tertutup. "Kami tidak akan membiarkan wilayah hukum Indonesia disalahgunakan oleh jaringan kriminal manapun. Penindakan akan terus dilakukan secara konsisten dan tanpa pandang bulu," tegas juru bicara Polri dalam keterangan resminya.
Hingga kini, penyidikan masih terus dikembangkan untuk memburu penyedia modal dan pemilik gedung yang diduga memfasilitasi aktivitas ilegal tersebut. Penuntasan kasus Hayam Wuruk diharapkan menjadi efek jera bagi jaringan internasional yang mencoba membangun markas perjudian di tanah air.
Next News

Peringatan Keras JPMorgan: Dampak Super El Nino Berpotensi Guncang Ketahanan Pangan dan Ekonomi RI
6 hours ago

Tewas Terborgol Usai Tegur Vandalisme: Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur yang Bikin Merinding
6 hours ago

Jubir Otorita IKN Troy Pantouw Ditemukan Meninggal Dunia di Rusun ASN, Diduga Sakit Lambung Kronis
9 hours ago

Resmi Ditahan di Rutan KPK, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot Karena Tak Diborgol
8 hours ago

Beli Janji Manis LRT City, Konsumen Merasa Ditipu dan Desak 'Refund' Puluhan Miliar
a day ago

Bagaikan Film Aksi! Pengejaran Maling Gas Melon Antar-Wilayah Berujung Lolosnya Pelaku
2 days ago

Tarif Jadi WNI Dinilai Uji Nyali: Kemenkum Bertindak Usai Gelombang Kritik Publik
a day ago

Sopir Alphard Terobos Lampu Merah Bundaran HI Usut Dugaan Pelat Palsu dan Intimidasi KTA
2 days ago

Proses Etik Eks Jampidsus Tunggu Inkrah, Kejagung Ancam Jemput Paksa Febrie Adriansyah
2 days ago

Oknum Guru ASN di Tanjungbalai Bawa Murid Yatim untuk Disodomi Suaminya
2 days ago



