Bacakan Pledoi Kasus Chromebook, Nadiem Makarim Sampaikan Terima Kasih ke Prabowo hingga Megawati
Admin WGM - Wednesday, 03 June 2026 | 10:00 AM


Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, resmi membacakan nota pembelaan atau pledoi atas kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Di hadapan majelis hakim, Nadiem secara langsung mempertanyakan landasan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mewajibkannya membayar uang pengganti hingga mencapai tiga kali lipat dari total nilai estimasi kerugian negara yang dituduhkan.
Nota pembelaan ini dibacakan di tengah situasi kontras yang dialami oleh sang mantan menteri. Setelah sebelumnya sempat menerima penghargaan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana atas pengabdiannya, kini Nadiem justru harus berhadapan dengan ancaman hukuman pidana dan mendekam di balik jeruji besi akibat perkara hukum yang menjeratnya.
Klaim Penghematan Anggaran Rp3,9 Triliun Bikin Jaksa Bertanya-tanya
Dalam pembacaan pledoinya, Nadiem secara tegas menolak narasi yang menyebutkan bahwa proyek pengadaan Chromebook tersebut merugikan keuangan negara. Sebaliknya, ia mengklaim bahwa pelaksanaan proyek digitalisasi pendidikan itu justru berhasil melakukan efisiensi anggaran dalam jumlah yang sangat masif, yakni mencapai Rp3,9 triliun.
Pernyataan Nadiem terkait penghematan triliunan rupiah tersebut langsung menuai reaksi dari pihak kejaksaan. Tim Jaksa Penuntut Umum dilaporkan dibuat bertanya-tanya dan meragukan validitas dari data klaim penghematan tersebut. Hal ini dikarenakan fakta di persidangan sebelumnya menunjukkan adanya indikasi penyimpangan anggaran yang menjadi dasar tuntutan pemidanaan.
Berikut adalah poin-poin krusial dari nota pembelaan (pledoi) Nadiem Makarim:
- Nadiem mempertanyakan tuntutan uang pengganti yang besarnya tiga kali lipat dari kerugian negara.
- Terdakwa mengklaim proyek Chromebook telah menghemat anggaran belanja negara sebesar Rp3,9 triliun.
- Pihak Jaksa Penuntut Umum menyatakan bertanya-tanya dan menyangsikan klaim efisiensi tersebut.
- Nadiem menyampaikan pesan terima kasih secara khusus kepada para tokoh nasional di akhir pembelaannya.
Sampaikan Terima Kasih kepada Prabowo, Jokowi, hingga Megawati
Selain memaparkan argumen teknis dan yuridis untuk membantah tuntutan hukum, sidang pembacaan pledoi ini juga diwarnai dengan penyampaian pesan personal dari Nadiem Makarim. Di dalam dokumen pembelaannya, Nadiem secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada sejumlah tokoh besar dan pemimpin politik di Indonesia.
Nama-nama tokoh bangsa seperti Presiden Prabowo Subianto, mantan Presiden Joko Widodo, hingga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri disebut secara berurutan oleh Nadiem. Ia menyampaikan apresiasi atas kesempatan dan dukungan yang pernah diberikan kepadanya selama mengemban amanah sebagai pejabat publik untuk mentransformasi sistem pendidikan nasional.
Menanti Putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
Sikap Nadiem yang memilih bertahan pada argumen efisiensi anggaran Rp3,9 triliun kini menempatkan proses hukum pada babak akhir yang krusial. Perbedaan pandangan yang tajam antara hitungan kerugian versi jaksa dan draf pembelaan versi terdakwa akan menjadi draf bahan pertimbangan utama bagi majelis hakim dalam draf mengambil keputusan final.
Hingga draf laporan persidangan harian ini disusun secara lengkap, majelis hakim menunda persidangan untuk draf memberikan waktu bagi jaksa menyusun replik atau jawaban atas pledoi tersebut. Publik kini fokus memantau jalannya penegakan hukum ini guna melihat bagaimana draf kelanjutan nasib penerima Bintang Mahaputera Adipradana tersebut di tengah sirkuit ketatnya draf pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.
Next News

Berkendara Tanpa Helm Bisa Kena Denda dan Kurungan, Masih Mau Abaikan Keselamatan?
an hour ago

Pemadaman Listrik di Banyak Daerah, PLN Pekalongan Kota Sebut Demi Jaga Keandalan Sistem
an hour ago

Pengosongan paksa lahan oleh aparat TNI AD di Lenteng Agung berujung kekerasan hingga dugaan represif dengan pemutusan sepihak akses air serta listrik.
2 hours ago

Polemik Mutasi Kepala Sekolah di Merangin, Muncul Penolakan dan Dugaan Setoran Jabatan
3 hours ago

Purbaya Paparkan Rencana Besar Pemerintah 2027, Target Ekonomi Tumbuh hingga 6,5 Persen
9 hours ago

Pemkab Batang Matangkan Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Subah
9 hours ago

Bupati Faiz Tantang KEK Batang Hidupkan Wisata Prioritas 2027
9 hours ago

Massa Gelar Unjuk Rasa di Cikini Raya, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh
8 hours ago

Siap-Siap Kemarau Panjang, BMKG Sebut El Nino Bakal Bertahan Lebih Lama
7 hours ago

Fakta Persidangan: Eks Intel Bea Cukai Pakai Dana Operasional Buat Beli iPhone Istri!
9 hours ago




