WHO Selidiki Dugaan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar yang Menelan 3 Korban Jiwa
Admin WGM - Tuesday, 05 May 2026 | 02:51 PM


Kasus hantavirus kembali memakan korban yang mendera tiga orang di sebuah kapal pesiar MV Hondius dengan rute pelayaran Ushuaia, Argentina, menuju Tanjung Verde. Dilansir dari laman BBC Indonesia, World Health Organization (WHO) sedang melakukan penyelidikan mendalam atas dugaan kasus hantavirus dan sedang dalam pengujian laboratorium lanjutan.
Hantavirus berasal dari virus yang dibawa hewan pengerat dan ditularkan kepada manusia melalui partikel udara. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), penularan virus ini melalui urin, kotoran, dan air liur hewan pengerat. Hewan pengerat ditandai dengan mamalia bergigi seri tajam seperti tikus, hamster, berang-berang, marmut, dan kapibara.
"Hingga saat ini, satu kasus infeksi hantavirus telah dikonfirmasi di laboratorium, dan ada lima kasus tambahan yang dicurigai," ungkap WHO kepada AFP, Senin (4/5/2026).
Otoritas setempat masih melarang proses evakuasi penumpang dan kru yang tertular dengan muatan kapal hampir 150 orang. Langkah ini dilakukan demi persiapan yang lebih matang untuk memperkecil skala penularan di publik. Dilansir dari laman Kompas, jatuhnya korban jiwa berada dalam satu lini masa yang berdekatan.
Dimulai dari korban pertama seorang pria asal Belanda (70) dengan gejala demam, sakit kepala, hingga nyeri sebelum merenggut nyawa (11/4/2026) di kapal dan diturunkan dua minggu kemudian di wilayah Saint Helena. Selanjutnya, istri korban (69) yang mengalami kolaps di Bandara Internasional Johannesburg saat hendak pulang ke Belanda, dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit terdekat.
Setelahnya, satu korban lainnya meninggal di atas kapal merupakan seorang warga negara Jerman, pada Sabtu (2/5/2026), dengan korban yang dilaporkan masih berada di dalam kapal. Informasi terbaru terdapat satu pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi hantavirus dengan kondisi kritis di salah satu rumah sakit Afrika Selatan.
Hantavirus dapat menyebabkan dua penyakit serius, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang dikenali dengan rasa lelah, nyeri otot, sakit kepala, pusing, menggigil, hingga sakit pada perut. Kemudian, Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) berdampak lebih serius yang menyerang organ dalam ginjal sehingga dapat menyebabkan darah rendah, perdarahan internal, dan ginjal akut.
Hingga saat ini, belum ada pengobatan spesifik untuk menyembuhkan infeksi hantavirus, tetapi tenaga medis mengupayakan penanganan yang bersifat suportif. Pasien penderita biasanya mendapatkan perawatan intensif seperti terapi oksigen dan ventilasi mekanis untuk meningkatkan peluang bertahan hidup.
Namun, masyarakat dapat menerapkan langkah pencegahan dengan menghindari paparan dari hewan pengerat, memastikan kebersihan lingkungan sekitar, dan rutin menggunakan disinfektan pada lokasi rawan terpapar virus. Meskipun hantavirus tergolong virus langka, namun risiko dan populasi akan semakin rendah apabila diseimbangi dengan pencegahan dasar yang diterapkan.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
16 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
16 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
9 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
9 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
12 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





