Sabtu, 1 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Viral Guru Honorer Digaji Rp414 Ribu per Bulan, Sudah Termasuk Tunjangan dan Transport

Admin WGM - Monday, 29 June 2026 | 01:30 PM

Background
Viral Guru Honorer Digaji Rp414 Ribu per Bulan, Sudah Termasuk Tunjangan dan Transport
(TikTok/@buijah28)

Kisah seorang guru honorer yang akrab disapa Bu Ijah menyita perhatian publik setelah mengungkap besaran gaji yang diterimanya selama mengajar. Perempuan yang telah mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik selama sekitar 40 tahun itu mengaku hanya menerima Rp414.000 per bulan, dan jumlah tersebut sudah termasuk tunjangan mengajar serta uang transportasi.

Pengakuan tersebut menjadi viral di media sosial dan kembali memunculkan perbincangan mengenai kesejahteraan guru honorer di Indonesia.

Gaji Sudah Termasuk Seluruh Tunjangan

Dalam keterangannya, Bu Ijah menjelaskan bahwa nominal Rp414.000 yang diterimanya bukan hanya gaji pokok. Uang tersebut sudah mencakup seluruh komponen yang diberikan sekolah, termasuk tunjangan mengajar dan biaya transportasi.

Besaran penghasilan itu dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terlebih dengan masa pengabdian yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Mengabdi Puluhan Tahun

Meski menerima penghasilan yang sangat terbatas, Bu Ijah tetap menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Kisah pengabdiannya selama empat dekade menuai simpati luas dari masyarakat yang menilai dedikasinya mencerminkan semangat para guru honorer di berbagai daerah.

Banyak warganet menyampaikan apresiasi sekaligus berharap kesejahteraan guru honorer dapat terus ditingkatkan.

Sorotan terhadap Kesejahteraan Guru

Viralnya kisah Bu Ijah muncul di tengah perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Pada 2026, pemerintah mengumumkan kenaikan tunjangan bagi guru non-ASN yang memenuhi persyaratan menjadi Rp2 juta per bulan, sementara guru ASN memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok.

Meski demikian, tidak semua guru honorer secara otomatis menerima tunjangan tersebut karena bergantung pada status, persyaratan administrasi, dan program yang diikuti.

Kisah Bu Ijah menjadi pengingat bahwa masih ada guru honorer yang menerima penghasilan sangat rendah meski telah mengabdi selama puluhan tahun. Perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik dinilai penting agar mereka dapat menjalankan tugas mencerdaskan bangsa dengan lebih baik dan memperoleh penghargaan yang layak atas dedikasinya.