Viral Guru Honorer Digaji Rp414 Ribu per Bulan, Sudah Termasuk Tunjangan dan Transport
Admin WGM - Monday, 29 June 2026 | 01:30 PM


Kisah seorang guru honorer yang akrab disapa Bu Ijah menyita perhatian publik setelah mengungkap besaran gaji yang diterimanya selama mengajar. Perempuan yang telah mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik selama sekitar 40 tahun itu mengaku hanya menerima Rp414.000 per bulan, dan jumlah tersebut sudah termasuk tunjangan mengajar serta uang transportasi.
Pengakuan tersebut menjadi viral di media sosial dan kembali memunculkan perbincangan mengenai kesejahteraan guru honorer di Indonesia.
Gaji Sudah Termasuk Seluruh Tunjangan
Dalam keterangannya, Bu Ijah menjelaskan bahwa nominal Rp414.000 yang diterimanya bukan hanya gaji pokok. Uang tersebut sudah mencakup seluruh komponen yang diberikan sekolah, termasuk tunjangan mengajar dan biaya transportasi.
Besaran penghasilan itu dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terlebih dengan masa pengabdian yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Mengabdi Puluhan Tahun
Meski menerima penghasilan yang sangat terbatas, Bu Ijah tetap menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Kisah pengabdiannya selama empat dekade menuai simpati luas dari masyarakat yang menilai dedikasinya mencerminkan semangat para guru honorer di berbagai daerah.
Banyak warganet menyampaikan apresiasi sekaligus berharap kesejahteraan guru honorer dapat terus ditingkatkan.
Sorotan terhadap Kesejahteraan Guru
Viralnya kisah Bu Ijah muncul di tengah perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Pada 2026, pemerintah mengumumkan kenaikan tunjangan bagi guru non-ASN yang memenuhi persyaratan menjadi Rp2 juta per bulan, sementara guru ASN memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok.
Meski demikian, tidak semua guru honorer secara otomatis menerima tunjangan tersebut karena bergantung pada status, persyaratan administrasi, dan program yang diikuti.
Kisah Bu Ijah menjadi pengingat bahwa masih ada guru honorer yang menerima penghasilan sangat rendah meski telah mengabdi selama puluhan tahun. Perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik dinilai penting agar mereka dapat menjalankan tugas mencerdaskan bangsa dengan lebih baik dan memperoleh penghargaan yang layak atas dedikasinya.
Next News

Kayuh Sepeda Pekalongan-Jakarta Berujung Tersangka, Bareskrim Polri Periksa Keluarga Pedagang Singkong
in 5 hours

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
12 hours ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
16 hours ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
19 hours ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
2 days ago

Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Polemik Deklarasi Mahasiswa di Bundaran HI
2 days ago

Melestarikan Warisan Budaya, Parade Kain Batik 116 Meter Bentang Pewarna Alami di Kota Pekalongan
2 days ago

Gelombang Pengunduran Diri Musisi dan UMKM Warnai Rencana Penyelenggaraan RANS Carnival di Sleman
3 days ago

Putusan Kasasi Mahkamah Agung Batalkan Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
3 days ago

Operasi Patuh Candi 2026 di Pekalongan Hadirkan Sosialisasi Humanis dan Program Bebas Denda Pajak Kendaraan
3 days ago


