Usut Dugaan Pembunuhan Berencana, Polisi Bongkar Makam Mantan Kepala Rumah Tangga Jampidsus
Admin WGM - Wednesday, 12 August 2026 | 05:04 PM


Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo pada Rabu (12/8/2026) untuk mengungkap penyebab kematiannya yang masih menjadi misteri. Proses pembongkaran makam dilakukan di TPU Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sekitar pukul 10.00 WIB. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, memastikan ekshumasi dilakukan sesuai jadwal, sebagaimana dikutip dari detikNews.
Ekshumasi tersebut dipimpin Ketua Persatuan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI), Brigjen Pol. dr. Sumy Hastry Purwanti, bersama Prof. Dr. dr. Ahmad Yudianto. Keduanya akan melakukan pemeriksaan forensik terhadap jenazah Sutrimo untuk mencari petunjuk mengenai penyebab kematian.
"Dilanjutkan dengan pemeriksaan luar, dan pemeriksaan dalam terhadap jenazah," kata Budi Hermanto, dikutip Metro TV.
Sutrimo merupakan mantan kepala rumah tangga Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, yang ditemukan meninggal dunia di depan Klinik Mordent, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kematian Sutrimo kemudian menimbulkan sejumlah pertanyaan sehingga pihak keluarga melaporkan adanya dugaan kejanggalan kepada kepolisian. Penanganan perkara tersebut selanjutnya dilimpahkan kepada Polda Metro Jaya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Polda Metro Jaya telah meningkatkan penanganan kasus kematian Sutrimo dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Polisi mendalami dugaan tindak pidana, termasuk kemungkinan pembunuhan atau pembunuhan berencana, dengan mengumpulkan berbagai alat bukti dan keterangan saksi. Sebelum ekshumasi, penyidik telah memeriksa 24 saksi, menelusuri rekaman CCTV, serta melibatkan Pusat Laboratorium Forensik Polri dalam penyelidikan.
Ekshumasi dilakukan untuk memperoleh bukti forensik tambahan melalui pemeriksaan terhadap kondisi tubuh Sutrimo. Polisi berharap hasil pemeriksaan tersebut dapat membantu memastikan penyebab kematian sekaligus menguji dugaan tindak pidana yang sedang ditangani. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengatakan,
"Mudah-mudahan nanti dari hasil ekshumasi kita bisa menemukan dan kita bisa menyimpulkan apa yang menjadi penyebab dari kematian yang bersangkutan." ungkap Iman.
Dalam prosesnya, keluarga Sutrimo disebut telah memberikan izin untuk dilakukan ekshumasi, tetapi tidak menyaksikan langsung pembongkaran makam. Kuasa hukum keluarga, Aan Rohaeni, menyatakan dirinya akan hadir mewakili keluarga dalam proses tersebut. Hasil pemeriksaan forensik nantinya diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai penyebab kematian Sutrimo dan membantu penyidik mengungkap perkara secara menyeluruh.
Next News

Promo Miras Pakai Hafalan Surah Ad-Duha di The Sounds Project, Penyelenggara Buka Suara
in 5 hours

Kasus Tabrak Lari di Bandung: Mahasiswa Jadi Tersangka, Dua Prajurit TNI Berstatus Saksi
in 5 hours

KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 131 Penumpang dan Awak Dievakuasi
in 2 hours

Kabar Baik Lulusan Kuliah! Program Magang Nasional Batch 2 Dibuka Bulan Depan, Cek Syaratnya
in 5 hours

Ancaman Overproduksi Ayam Pedaging di Jateng: Peternak Keluhkan Harga Pakan dan Tuntut Solusi Pemerintah
in 37 minutes

Si Jago Merah Amuk Perum BRD Pekalongan: Gudang Batik Ludes, Kerugian Capai Rp2 Miliar
in 2 minutes

Inspiratif! Ini Deretan Inovasi Keren Buatan Remaja yang Berhasil Mengubah Dunia
in an hour

Kritik Pernyataan Panglima TNI Soal Keamanan, Koalisi Sipil Tegaskan Prinsip Supremasi Sipil
an hour ago

Ungkap Misteri Kematian Sutrimo di Kebayoran Lama, Tim Forensik Gelar Pembongkaran Makam di Banyumas
2 hours ago

Sidang Korupsi Kuota Haji Dimulai: Terungkap Aliran Uang Suap Ribuan Dolar dan Nasib Jemaah yang Tertunda
20 hours ago





