Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Undana Bantah Mahasiswi Ditolak Sidang 12 Kali, Rektorat Buka Suara Soal Kendala Akademik

Admin WGM - Thursday, 06 August 2026 | 06:00 PM

Background
Undana Bantah Mahasiswi Ditolak Sidang 12 Kali, Rektorat Buka Suara Soal Kendala Akademik
Undana klarifikasi mahasiswi (MetroTV /)

Universitas Nusa Cendana memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi tular terkait seorang mahasiswi berinisial JS yang dikabarkan mengalami depresi akibat pembatalan ujian skripsi. Pihak pimpinan rektorat secara tegas membantah kabar yang menyebutkan bahwa mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat tersebut telah mengalami penolakan sidang akhir sebanyak dua belas kali oleh dosen penguji.

Wakil Rektor IV Universitas Nusa Cendana Prof Philiphi de Rozari menegaskan bahwa narasi penolakan ujian skripsi sebanyak dua belas kali tersebut merupakan berita yang tidak benar. Penyesuaian jadwal yang terjadi selama ini murni berkaitan dengan pelaksanaan agenda seminar proposal serta seminar hasil penelitian tugas akhir dari mahasiswi bersangkutan.

Berdasarkan hasil penelusuran tim medis, mahasiswi bersangkutan mengalami kondisi kelelahan fisik serta rasa kecemasan tinggi yang memerlukan waktu pemulihan secara intensif di rumah sakit. Pihak manajemen perguruan tinggi negeri tersebut telah memfasilitasi pendampingan kesehatan serta kunjungan langsung pimpinan kampus ke tempat perawatan sang mahasiswi.

Pihak rektorat menjelaskan bahwa dinamika pengerjaan tugas akhir merupakan akumulasi proses interaksi teknis antara mahasiswa, dosen pembimbing, dosen penguji, serta pemenuhan administrasi. Komunikasi antara dosen dan mahasiswi bersangkutan diklaim berjalan cukup responsif selama tahapan bimbingan akademik berlangsung di lingkungan kampus.

Dalam penanganan kasus sosial ini, pimpinan perguruan tinggi telah membentuk tim investigasi khusus guna mengumpulkan fakta serta kronologi kejadian secara menyeluruh. Langkah pemeriksaan internal tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses layanan akademik berjalan sesuai dengan prosedur serta regulasi yang berlaku.

Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi turut memberikan perhatian khusus melalui saluran komunikasi langsung guna memantau perkembangan kesehatan sang mahasiswi. Dukungan penuh dari pemerintah pusat tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan fisik maupun psikis mahasiswi agar dapat segera menyelesaikan seluruh tugas akhirnya.

Manajemen Universitas Nusa Cendana berkomitmen penuh untuk segera memfasilitasi forum mediasi antara mahasiswi dengan pihak dosen penguji setelah masa pemulihan medis selesai. Langkah dialogis tersebut diambil guna menyelesaikan kendala akademik secara berkeadilan serta menjamin pemenuhan hak-hak mahasiswa dalam menyelesaikan studi perguruan tinggi.

Sebagai langkah perbaikan jangka panjang, pihak rektorat berjanji akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh sistem tata kelola administrasi akademik kampus. Evaluasi struktur tersebut ditujukan untuk membenahi berbagai hambatan birokrasi serta menciptakan iklim pembelajaran yang jauh lebih kondusif bagi seluruh sivitas akademika.