Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9

Admin WGM - Tuesday, 25 August 2026 | 02:33 PM

Background
Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
Tukang becak Desil 9 (Kumparan /)

Kisah haru sekaligus memprihatinkan menimpa Timbul, seorang tukang becak motor asal Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehidupan keluarganya mendadak terguncang setelah data penetapan kesejahteraan sosial tempatnya terdaftar tiba-tiba melonjak ke Desil 9.

Padahal, kategori Desil 9 menunjukkan tingkat ekonomi mampu yang secara rasional jauh dari kondisi riil keluarganya sehari-hari. Penetrasi klasifikasi yang keliru ini memicu krisis finansial dan mental yang dirasakan langsung oleh seluruh anggota keluarga.

Kondisi tersebut berdampak fatal bagi anak perempuan Timbul yang saat ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Sang anak terancam kehilangan Beasiswa Bidikmisi atau KIP Kuliah karena status ekonomi keluarga dinilai terlalu kaya oleh sistem penargetan bantuan.

Anak Timbul tak sanggup membendung air mata saat mengetahui beasiswanya terancam dicabut dan kewajiban membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) melonjak drastis. Isu ini kian ironis karena tingkat desil Timbul bahkan tercatat lebih tinggi dibanding pejabat lurah di wilayah tempat tinggalnya.

Berdasarkan penjelasan awal pihak Badan Pusat Statistik (BPS), indikator penilaian mencakup kepemilikan aset fisik seperti rumah pribadi dan sepeda motor. Namun, kriteria kuantitatif tersebut tidak memperhitungkan penghasilan harian dari menarik becak yang sangat minim dan tidak menentu.

Timbul kini harus berjuang keras mengurus proses peningjauan ulang data agar status ekonomi keluarganya dapat dikoreksi ke tingkat yang sesuai. Ia terus mendatangi berbagai instansi terkait untuk mendapatkan keringanan biaya kuliah agar sang anak tidak terputus pendidikannya di tengah jalan.

Permasalahan ini menarik perhatian Wakil Bupati Kulon Progo yang langsung memberikan perhatian khusus terhadap nasib keluarga Timbul. Pemerintah daerah berjanji akan membantu memfasilitasi verifikasi faktual agar data kemiskinan warga berpenghasilan rendah bisa disinkronkan dengan akurat.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi pembaruan sistem pendataan bantuan sosial agar lebih tepat sasaran dan realistis. Diharapkan perbaikan data Timbul segera rampung sehingga anaknya dapat melanjutkan kuliah tanpa terbebani ancaman kendala finansial.