Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Gempa Susulan Flores Capai 4.258 Kejadian, BMKG Prediksi Berlangsung 3-4 Minggu

Admin WGM - Friday, 21 August 2026 | 03:05 PM

Background
Gempa Susulan Flores Capai 4.258 Kejadian, BMKG Prediksi Berlangsung 3-4 Minggu
Prediksi gempa susulan BMKG (BMKG /)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 4.258 kejadian gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan M 7,7 di wilayah Flores. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memprediksi rangkaian gempa susulan tersebut masih dapat berlangsung selama 3 hingga 4 minggu ke depan. Menurutnya, fase awal rangkaian gempa masih menunjukkan pola temporal yang kompleks dan belum sederhana.

Wijayanto mengatakan aktivitas gempa susulan dalam beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan. Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima. Pada hari keenam, aktivitas kembali meningkat menjadi 802 kejadian.

"Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan. Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam," kata Wijayanto di Jakarta, Jumat (21/8).

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, beberapa gempa susulan menimbulkan guncangan signifikan dengan intensitas IV–VI MMI yang dirasakan kuat oleh warga setempat. Guncangan terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB dengan kekuatan M 5,6, kemudian pada 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB dan 09.47 WIB dengan kekuatan masing-masing M 5,8. Gempa pada 20 Agustus pukul 09.47 WIB memicu kerusakan susulan pada struktur bangunan dan jembatan terdampak serta tanah longsor di sejumlah titik.

Hasil relokasi BMKG menunjukkan gempa susulan tidak menyebar secara homogen, melainkan membentuk beberapa klaster. Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M 7,7 di utara Nagekeo dan membentang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust. Klaster lainnya muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.

Data seismisitas harian juga menunjukkan fokus aktivitas gempa terus bergerak dinamis. Pada hari pertama hingga keempat pascabencana utama, aktivitas menyebar di seluruh klaster dari timur ke barat. Namun, pada hari kelima dan keenam, aktivitas bergeser dan memusat di klaster bagian barat, sementara aktivitas di klaster timur mulai menurun.

Untuk memantau perkembangan tersebut, BMKG mengoperasikan sistem pemantauan secara real-time selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Petugas terus menganalisis jumlah kejadian, magnitudo, distribusi sumber gempa, arah pergerakan aktivitas, hingga karakteristik sumber gempa. Pemantauan dilakukan untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada masyarakat serta instansi terkait.

BMKG mengimbau masyarakat terdampak tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta tetap mewaspadai potensi gempa susulan. "Untuk memastikan keterbukaan informasi, BMKG mempublikasikan pembaruan data aktivitas gempa bumi susulan secara rutin dua kali sehari, yaitu setiap pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB," pungkas Wijayanto.