Jumat, 22 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Tuntut Status ASN, Ratusan Guru Madrasah Swasta Padati Gerbang Kompleks DPR RI

Admin WGM - Wednesday, 20 May 2026 | 07:00 PM

Background
Tuntut Status ASN, Ratusan Guru Madrasah Swasta Padati Gerbang Kompleks DPR RI
Tuntutan Lengkap Aliansi Mahasiswa Harkitnas 2026 (Kompas.com /)

Ibu kota DKI Jakarta dipadati oleh ribuan demonstran dari berbagai elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa secara serentak di beberapa titik strategis. Aksi penyampaian pendapat di muka umum ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), yang dimanfaatkan oleh kelompok massa untuk menyuarakan tuntutan pembenahan kesejahteraan dan keadilan sosial kepada pemerintah. Pihak kepolisian metro sektor transportasi mengimbau para pengguna jalan untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi konsentrasi massa.

Aparat keamanan gabungan telah disiagakan di lapangan guna mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif, tertib, dan sesuai dengan koridor regulasi yang berlaku.

Potensi Hambatan Arus Lalu Lintas Ibu Kota

Konsentrasi massa yang terbagi di beberapa kawasan utama sejak pagi hari berdampak langsung pada kelancaran pergerakan kendaraan bermotor di jalur-jalur protokol. Melansir laporan Kompas.com, otoritas lalu lintas meminta para komuter untuk meningkatkan kewaspadaan karena tiga demo digelar di Jakarta hari ini, sehingga masyarakat diimbau waspada terhadap potensi macet di sejumlah titik. Rekayasa arus lalu lintas berupa pengalihan jalur (buka-tutup jalan) disiapkan secara situasional oleh Dinas Perhubungan bersama Ditlantas Polda Metro Jaya guna mengurai penumpukan volume kendaraan.

Beberapa kawasan yang diprediksi mengalami kelambatan laju kendaraan antara lain meliputi area sekitar Senayan, Jalan Medan Merdeka, hingga kawasan Jakarta Pusat lainnya.

Suara Perjuangan Guru Madrasah Swasta di Senayan

Salah satu eskalasi massa terbesar berpusat di depan kompleks parlemen, di mana ratusan tenaga pendidik dari berbagai daerah berkumpul untuk memperjuangkan kejelasan nasib keprofesionalan mereka. Melansir pemberitaan dari detikNews, situasi di lapangan melaporkan bahwa massa guru madrasah swasta menggelar demo di depan Gedung DPR RI untuk meminta kejelasan agar diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dengan membawa berbagai spanduk aspirasi, para guru honorer ini mendesak Komisi X DPR RI dan Kementerian Agama untuk membuka kuota khusus pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) demi menjamin kesejahteraan hidup yang lebih layak.

Para perwakilan aksi menyatakan bahwa dedikasi mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di sekolah-sekolah keagamaan swasta sudah sepatutnya mendapatkan rekognisi setara dari negara.

Semarak Pergerakan Massa di Momentum Harkitnas

Selain isu kesejahteraan tenaga pendidik, gelombang unjuk rasa hari ini juga digerakkan oleh elemen mahasiswa dan buruh yang membawa rapor merah evaluasi kebijakan pemerintah. Melansir rangkuman data dari Tirto.id, rilis pemetaan pergerakan mengonfirmasi mengenai info demo Harkitnas 20 Mei hari ini, yang memuat detail titik aksi beserta tuntutan komprehensif dari para demonstran. Kelompok pergerakan mahasiswa memusatkan aksi mereka di sekitar kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya dengan membawa isu-isu krusial seperti reformasi pendidikan, penolakan komersialisasi kampus, hingga tuntutan stabilitas harga bahan pokok.

Perpaduan antara refleksi historis Kebangkitan Nasional dan kritik sosial ini menjadikan dinamika politik di ruang publik Jakarta menghangat sepanjang hari.

Pengamanan Ketat dan Penutupan Aksi Aman

Hingga sore hari, seluruh rangkaian penyampaian aspirasi dari ketiga kelompok massa di berbagai sudut kota Jakarta terpantau berjalan secara relatif aman dan terkendali tanpa adanya gesekan fisik yang berarti. Pihak kepolisian mengapresiasi sikap kooperatif dari para koordinator lapangan (korlap) aksi yang mampu menjaga barisan massa tetap tertib hingga batas waktu pembubaran unjuk rasa yang ditentukan undang-undang.

Dengan selesainya oras-orasi politik dan penyerahan berkas tuntutan guru madrasah ke perwakilan fraksi DPR RI pada 20 Mei 2026 ini, petugas kebersihan langsung dikerahkan untuk membersihkan sisa sampah di jalanan, sementara arus lalu lintas perlahan mulai dibuka kembali secara normal.