Kamis, 26 Februari 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Tragis, Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Hadapan Anak-Istri Saat Terlelap

Admin WGM - Thursday, 26 February 2026 | 03:39 PM

Background
Tragis, Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Hadapan Anak-Istri Saat Terlelap
Lokasi pembunuhan yang menewaskan seorang pria di Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul. (DetikJogja /)

Sebuah peristiwa pembunuhan sadis menggemparkan warga Dusun Kaliurang, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Seorang pria berinisial TYR (36) meregang nyawa setelah ditebas senjata tajam oleh orang tak dikenal di dalam rumahnya sendiri, Rabu (25/2/2026) subuh.

Peristiwa mencekam tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, saat korban sedang tidur terlelap di ruang tengah bersama istrinya, RPS (34), dan anak mereka yang masih berusia lima tahun. Kehadiran pelaku yang tiba-tiba mengubah suasana pagi yang tenang menjadi horor bagi keluarga kecil tersebut.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa pelaku diduga berjumlah dua orang. Satu orang bertindak sebagai eksekutor yang masuk ke dalam rumah, sementara satu lainnya bersiaga di atas sepeda motor di luar area rumah untuk melarikan diri.

"Pelaku masuk melalui pintu belakang yang kebetulan tidak terkunci. Dengan mengenakan penutup wajah atau sebo, pelaku langsung mengayunkan parang ke arah korban yang masih tertidur," ujar Iptu Rita saat dikonfirmasi pada Rabu sore.

Aksi Heroik Sang Istri Melihat suaminya dalam bahaya, RPS sempat menunjukkan aksi heroik dengan mencoba menangkis serangan pelaku menggunakan tangan kosong demi melindungi sang suami dan anaknya.

"Istri korban beusaha menangkis, namun terkena sabutan di tega jari tangan. Serangan juga mengenai korban di bagian wajah, perut hingga paha, serta jari tangan," ungkap Rita Hidayanto, Humas Polres Bantul (25/2/2026).

Namun, upaya tersebut berujung cedera serius. Tiga jari tangan RPS mengalami luka robek parah dan harus mendapatkan 17 jahitan setelah dilarikan ke rumah sakit.

Meski telah dihalangi, serangan pelaku tetap mengenai tubuh TYR secara brutal. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RS Bhayangkara Polda DIY, korban menderita luka sayatan sepanjang 10 sentimeter di wajah, serta luka robek besar dari perut hingga paha sepanjang 20 sentimeter dengan kedalaman mencapai 10 sentimeter. Pendarahan hebat pada bagian perut diduga menjadi penyebab utama korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Beruntung, anak korban yang berusia lima tahun tidak mengalami luka fisik dalam insiden berdarah tersebut, meski dipastikan mengalami trauma psikologis yang mendalam.

Polisi Buru Pelaku Ketua RT setempat, Samidi, mengaku terkejut saat mendapati laporan dari penjaga malam sebuah instansi di dekat lokasi. Saat tiba di rumah korban, ia mendapati TYR sudah tidak bernyawa dengan kondisi bersimbah darah. Menurut pengamatannya, suasana di lingkungan tersebut memang cenderung sepi pada waktu subuh, terutama karena bertepatan dengan momen istirahat usai sahur.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif di balik tindakan keji tersebut. Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, menegaskan bahwa tidak ada barang berharga milik korban yang hilang, sehingga dugaan kuat mengarah pada aksi pembunuhan berencana atau penganiayaan berat, bukan perampokan.

"Masih penyelidikan, untuk pelaku dua orang, dan untuk korban sedang kami dalami," kata AKBP Bayu.

Kini, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi guna keperluan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait keberadaan pelaku atau aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi pada pagi hari tersebut untuk segera melapor ke Mapolsek Sedayu atau Polres Bantul.