Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Culture

Tradisi Berendam Air Es di Rusia

Admin WGM - Sunday, 25 January 2026 | 08:50 AM

Background
Tradisi Berendam Air Es di Rusia
Tradisi berendam air es (detikTravel/)

Gak Ada Lagi yang Nggak Bisa Terasa Kocak: Tradisi Berendam Air Es di Rusia

Bayangin deh, matahari musim panas bersinar terang, namun di negeri yang terkenal dengan musim dingin panjangnya, orang-orang masih suka nyebrang lewat pintu masuk kolam air dingin. Ya, ini bukan sekadar prank; ini tradisi berendam air es yang sudah lama berdiri di tanah Rusia. Di bawah ini, kita bakal kulik lebih dalam apa sih yang membuat kalang kaki dan kaget ini tetap bersemayam di budaya Rusia.

Sejarahnya: Dari Kekuatan Penyembuhan hingga Hiburan

Awalnya, berendam air es di Rusia muncul sebagai upaya penyembuhan alami. Di kalangan pedagang minyak bumi, para pekerja yang terpaksa mengerjakan pekerjaan di suhu ekstrem sering mencari cara untuk menurunkan demam dan mengurangi nyeri otot. Berbeda dari apa yang kalian bayangkan, mereka tidak hanya meneteskan dingin pada tubuh, mereka menggunakannya sebagai terapi. Satu-satunya "penyakit" yang tidak mereka kenal adalah kesabaran dan ketangguhan mental.

Seiring berjalannya waktu, tradisi ini mengalir masuk ke budaya pop. Di kota-kota besar seperti Moskow dan Saint Petersburg, komunitas yang setia mengadakan "Cold Bath Parties" di mana para pejuang suhu bertarung dengan dingin bersamaan sambil menertawakan kegigihan mereka.

Prosesnya: Dari Kaki ke Hati

  • Langkah Pertama: Siapkan perlengkapan – sandal khusus, handuk tebal, dan setidaknya satu teman yang "mampu" menahan dingin.
  • Langkah Kedua: Pencairan air – biasanya, kolam air es dibekukan di luar ruangan dan diisi dengan air dingin. Tambahkan es batu sekaligus untuk memaksimalkan "kocok-kocok" yang disukai.
  • Langkah Ketiga: Langkah pertama ke kolam – "Tersentak!" suara air yang menabrak tubuh. Meskipun awalnya tubuh menggigil, rasa puas yang keluar seringkali lebih kuat.
  • Langkah Keempat: Waktu berendam – biasanya 1-3 menit. Jangan takut keluar lebih cepat jika kalian merasa terlalu dingin, tapi coba tetap tahan sesaat lebih lama untuk rasa pencapaian yang lebih tinggi.
  • Langkah Kelima: Kegiatan pasca-berendam – menyiapkan secangkir teh hangat atau kopi, kemudian berbincang sambil mengelilingi tubuh yang masih berderit. Di sinilah "momen bonding" yang paling bermakna terwujud.

Sudah terbilang tradisi kalau setelah berendam, kalian bisa berdiri menatap tubuh yang masih berderit sambil berseru, "Yay, kita berhasil, ya!" Ini bukan hanya tentang kehangatan tubuh, melainkan juga kehangatan hubungan sosial.

Manfaatnya: Bukan Hanya Tentang Dingin

Sejumlah ilmuwan Rusia bahkan telah mengkaji efek positif berendam air es. Ada beberapa manfaat yang bisa kamu catat:

  • Peningkatan sirkulasi darah – Dingin membuat pembuluh darah menyempit, lalu setelah keluar, darah mengalir kembali ke permukaan, memberi oksigen lebih efisien.
  • Penurunan stres – Hormonal melatonin dan adrenalin merespons dingin secara alami, yang pada akhirnya menurunkan kadar stres.
  • Keamanan mental – Menghadapi rasa takut dingin secara sadar membantu menumbuhkan ketangguhan mental. Ini kayak berolahraga otak.
  • Manfaat kulit dan rambut – Dingin dapat menutup pori-pori kulit dan membuat rambut lebih berkilau.

Selain itu, ada efek sosialnya. Saat kalian berdampingan di kolam dingin, ketegangan langsung turun, dan kebersamaan terasa lebih nyata. Siapa sangka, satu gelombang dingin bisa menurunkan tingkat persaingan di kantor!

Variasi Modern: Dari Kolam Es Hingga Sauna Digital

Walaupun tradisi ini sudah tua, mereka tidak tinggal diam. Di kota-kota besar, Anda akan menemukan "Cold Therapy Centers" yang menggunakan air es yang lebih terkontrol dan fasilitas pendukung seperti sauna, pijat, bahkan streaming live. Kadang, orang berani memanfaatkan teknologi VR untuk merasakan sensasi berendam air es secara virtual, yang cukup unik buat para pelajar yang takut keluar ke ruangan dingin nyata.

Di sisi lain, ada juga tren "Ice Bath Challenge" di media sosial. Siapa yang tidak pernah menonton video orang menatap air es sambil menyalakan musik? Itu, teman-teman, bagian dari budaya pop modern yang masih memegang teguh akar tradisionalnya. Tidak ada yang lebih viral daripada menantang diri sendiri dan teman-teman di TikTok atau Instagram dengan caption: "Coba deh, 3 menit di kolam es, siapa yang tahan?"

Kapan Harus Nyoba? Atau Tidak?

Jika kamu sedang menuruti kebiasaan "try new things" atau semata-mata ingin menunjukkan bahwa kamu bukan orang yang gampang takut, maka go! Namun, kalau kamu punya kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung, atau sedang memerlukan perawatan medis, sebaiknya konsultasi dulu. Meskipun, bagi banyak orang, pengalaman berendam air es lebih bersifat "pengalaman hidup" daripada "obat ajaib."

Kesimpulan: Dingin? Gak Problem!

Berendam air es di Rusia lebih dari sekadar keunikan budaya. Itu adalah cara hidup yang menantang diri, menyembuhkan tubuh, dan mempererat hubungan. Di tengah dunia yang makin "panas" – baik secara harfiah maupun figuratif – tradisi ini mengingatkan kita bahwa, kadang, dingin bisa menjadi tempat kita menemukan ketenangan, kerapian, dan mungkin, sedikit kegembiraan yang tak terduga.

Jadi, kapan terakhir kali kalian terinspirasi untuk menyesuaikan diri dengan suhu ekstrem? Mungkin, satu hari nanti, kalian akan mengunjungi kolam es di Rusia dan merasa bangga dengan "keberanian" kalian. Sementara itu, tetap semangat menjaga kesehatan dan jangan takut mencoba hal baru – bahkan kalau itu berarti menuruni air es bersama teman-teman!