Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Culture

Hargai Tradisi! Ini Daftar Pamali yang Tak Boleh Dilanggar Saat Traveling di Indonesia

Admin WGM - Thursday, 19 February 2026 | 10:15 AM

Background
Hargai Tradisi! Ini Daftar Pamali yang Tak Boleh Dilanggar Saat Traveling di Indonesia
Bale Bonder, Suku Sasak di NTB (SMP Negeri 1 Kota Serang/)

Pepatah "Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung" adalah aturan emas bagi setiap pelancong di Indonesia. Setiap daerah memiliki batas-batas sakral yang jika dilanggar dapat memicu ketersinggungan masyarakat lokal atau, bagi mereka yang percaya, dapat mendatangkan kemalangan. Mengetahui tabu setempat adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap sejarah dan identitas mereka.

Daftar Larangan dan Tabu di Daerah-Daerah Ikonik Indonesia

  • Bali: Menjaga Kesucian Tempat Ibadah dan Sesaji Di Bali, dilarang keras melangkahi atau menginjak sesaji (canang sari) yang diletakkan di trotoar atau depan rumah. Jika tidak sengaja menginjaknya, cukup ucapkan maaf dengan tulus. Selain itu, bagi perempuan yang sedang menstruasi, sangat dilarang memasuki area pura karena dianggap sedang dalam keadaan tidak suci. Larangan lainnya adalah menyentuh kepala orang Bali, termasuk anak-anak, karena kepala dianggap sebagai bagian tubuh yang paling sakral.
  • Suku Baduy (Banten): Pantangan Teknologi dan Kebersihan Alam Saat berkunjung ke Baduy Dalam, larangan paling ketat adalah penggunaan alat elektronik, termasuk kamera, ponsel, hingga radio. Anda dilarang keras mengambil foto atau video di area tersebut. Selain itu, penggunaan sabun, pasta gigi, atau bahan kimia lainnya saat mandi di sungai sangat dilarang guna menjaga kemurnian air yang dianggap suci oleh warga setempat.
  • Tanah Toraja (Sulawesi Selatan): Etika di Area Pemakaman Langit Di area makam tebing atau gua di Toraja, dilarang keras mengambil, memindahkan, apalagi mencuri benda apa pun yang ada di sana, termasuk tulang-belulang atau barang peninggalan jenazah. Benda-benda tersebut dianggap tetap milik sang mendiang. Melanggar hal ini dipercaya dapat membawa kutukan atau kemalangan bagi pelakunya.
  • Gunung-Gunung di Jawa: Larangan Berkata Kasar dan Mengenakan Pakaian Tertentu Hampir di setiap gunung di Jawa terdapat larangan untuk tidak berbicara kasar, mengeluh, atau bersikap sombong. Di Gunung Lawu, misalnya, terdapat mitos larangan mengenakan pakaian berwarna hijau pupus bagi pendaki. Hal ini dikaitkan dengan penghormatan terhadap penguasa gaib wilayah tersebut. Melanggar aturan lisan ini diyakini dapat membuat pendaki tersesat atau mengalami kejadian di luar nalar.
  • Papua: Menghargai Tanah Ulayat dan Area Keramat Banyak wilayah hutan atau perairan di Papua yang merupakan tanah ulayat (milik adat) yang dikeramatkan. Sangat dilarang memetik tanaman atau memasuki area tertentu tanpa izin kepala adat setempat. Selain itu, etika dalam menawar barang kerajinan atau hasil bumi harus dilakukan dengan sopan; menawar terlalu rendah sering kali dianggap tidak menghargai usaha keras mereka.

Pentingnya Riset dan Komunikasi

Hampir semua masalah yang muncul saat traveling bermula dari ketidaktahuan. Sangat disarankan untuk selalu bertanya kepada pemandu lokal atau warga setempat mengenai apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak. Komunikasi yang santun adalah kunci utama agar kehadiran kita diterima sebagai saudara, bukan sebagai pengganggu.

Indonesia bukan hanya destinasi wisata, tetapi merupakan museum hidup dari berbagai kepercayaan dan adat istiadat. Mematuhi larangan bukan berarti membatasi kebebasan, melainkan cara kita belajar mengenai keragaman cara pandang manusia terhadap dunia. Dengan menjaga sikap dan menghormati tabu, Anda tidak hanya menyelamatkan diri dari masalah, tetapi juga ikut melestarikan kekayaan budaya Nusantara.