Tepis Isu Diplomasi Bebas Aktif Luntur. Menlu Sugiono Ungkas Telah Utus Delegasi
Admin WGM - Tuesday, 07 July 2026 | 03:11 PM


Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memberikan klarifikasi resmi menyusul kritik tajam dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengenai absennya delegasi resmi Indonesia pada awal prosesi penghormatan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pemerintah menegaskan bahwa diplomasi bebas-aktif Indonesia sama sekali tidak luntur dan ketidakhadiran tersebut murni karena kendala teknis serta padatnya rangkaian acara pemakaman.
"Bebas-aktif yang luntur? Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah Indonesia tidak memenuhi undangan Iran untuk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yang terbunuh dalam serangan militer ilegal. Yang saya dengar, berbagai upaya gigih Iran untuk mengundang Pemerintah Indonesia tidak mendapat tanggapan. Akhirnya, yang hadir hanya Dubes RI di Teheran yang dianggap oleh Teheran sebagai sikap menyepelekan undangan ini," ungkap Dino dilansir dari laman detikNews, Senin (6/7/2026).
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa Indonesia sebenarnya telah menerima undangan resmi dan awalnya mengutus Duta Besar RI di Teheran, Rolliansyah Soemirat, untuk hadir. Namun, perubahan protokol kesehatan, ketatnya akses keamanan dari otoritas Iran, serta keterbatasan waktu pascawafatnya almarhum membuat delegasi pengganti tidak sempat dikirimkan secara mendadak.
"Karena pada saat itu juga kita melakukan persiapan kunjungan-kunjungan kenegaraan di Indonesia, dan beberapa pejabat kunci juga memiliki kesibukan yang tidak memungkinkan untuk ke sana," kata Sugiono di Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (6/7/2026).
Rangkaian upacara penghormatan dan pemakaman Ali Khamenei sendiri dijadwalkan berlangsung sangat megah selama sepekan penuh dari tanggal 3 hingga 9 Juli 2026 di berbagai kota. Setelah disemayamkan di Teheran dan diarak ke kota suci Qom, jenazah mendiang beserta empat anggota keluarganya yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat-Israel juga akan dibawa ke Irak.
Perjalanan jenazah menuju kota suci Najaf dan Karbala di Irak pada tanggal 8 Juli tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan penghormatan bagi komunitas Syiah internasional sebelum akhirnya dimakamkan. Upacara puncak pemakaman tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 9 Juli 2026 di tempat kelahiran mendiang, yaitu di kota suci Mashhad, Iran.
Guna memastikan penghormatan terakhir yang maksimal dari Indonesia, Presiden RI telah mengutus delegasi tingkat tinggi untuk menghadiri acara puncak pemakaman tersebut. Menteri Luar Negeri Sugiono bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani dipastikan akan terbang langsung menuju Iran untuk mewakili seluruh rakyat Indonesia.
Saat ini, koordinasi intensif mengenai detail tempat dan waktu kedatangan delegasi Indonesia masih terus dilakukan dengan pihak otoritas pemerintah Iran. Kehadiran delegasi resmi pada hari pemakaman tersebut diharapkan menjadi pembuktian nyata atas kokohnya hubungan persahabatan serta komitmen diplomasi bebas-aktif Indonesia di kancah internasional.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in 5 hours

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in 5 hours

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in 5 hours

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 3 hours

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
in an hour

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
in an hour

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
in an hour

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
19 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
19 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
21 hours ago





