Jumat, 22 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Tabrakan Maut Bus ALS dan Truk Tangki di Sumatra, Tewaskan 16 Orang Terbakar

Trista - Friday, 08 May 2026 | 04:49 PM

Background
Tabrakan Maut Bus ALS dan Truk Tangki di Sumatra, Tewaskan 16 Orang Terbakar
Kronologi kecelakaan Bus ALS di Karang Jaya (Liputan6 /)

Kecelakaan lalu lintas tragis kembali terjadi di Jalan Lintas Sumatera yang melibatkan bus ALS dan truk tangki di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu siang (6/5/2026). Peristiwa ini berawal dari bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan berusaha menghindari lubang jalan di wilayah Kecamatan Karang Jaya.

Tindakan sopir bus untuk meminimalisasi risiko dengan mencoba mengarahkan kendaraan ke sisi kanan langsung dihantam mobil tangki berkecepatan tinggi dari arah berlawanan. Akibatnya, kedua kendaraan tersambar api yang semakin besar dan menewaskan 16 korban jiwa.

"Tim kami sedang di lapangan bersama Satlantas untuk proses evakuasi. Laporan sementara ada 16 korban jiwa yang sudah teridentifikasi meninggal dunia," ungkap Mugono, Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Muratara, dilansir dari laman Antara, Rabu (6/5/2026).

Korban dalam kecelakaan tersebut adalah 14 penumpang ALS, satu sopir tangki, dan satu kenek tangki yang ditemukan dalam keadaan kendaraan rusak berat. Berdasarkan informasi yang dihimpun sampai pada hari Jumat (8/5/2026), dikabarkan pengemudi bus ALS telah meninggal dunia dan lima jasad sudah teridentifikasi oleh Kasat Lantas Polres Muratara, AKP M. Karim.

Jenazah yang sudah dievakuasi ke RSUD Lubuklinggau telah dipindahkan ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk diidentifikasi lebih lanjut. Selain itu, tiga orang korban yang mengalami luka bakar serius tengah dirawat intensif di RSUD Muara Rupit.

"Sementara untuk identitas korban lainnya belum diketahui, masih dicari identitasnya dulu. Besok dicek di Labfor, baru nanti dibuka dan dicek, mungkin akan dipanggil atau diumumkan ke keluarga identitasnya," ungkap Karim dilansir dari laman detikNews, Kamis (7/5/2026).

Dalam olah TKP, Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menemukan tabung gas hingga dua unit motor dalam muatan bus yang seharusnya tidak masuk dalam ketentuan muatan bus ALS. Namun, korban selamat menyampaikan bahwa sebelumnya bus yang ditumpanginya sempat mengalami kendala mesin dan radiator panas sebelum kecelakaan terjadi.

Pernyataan tersebut dibantah oleh Humas Bus ALS, Alwi Matondang. Ia mengatakan meskipun berusia 24 tahun, bus masih sangat terawat dan sebelum keberangkatan selalu diperiksa terlebih dahulu. Bus yang digunakan masih dalam kondisi layak karena merupakan bus cadangan yang biasanya digunakan apabila bus lain mengalami kendala.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, menyampaikan turut berduka cita kepada seluruh keluarga korban. Insiden ini menjadi fokus utama pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi secara ilmiah dan akurat.

"Ini adalah musibah besar yang sangat memilukan. Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban," ungkap Nandang.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. Selain faktor kelalaian manusia, kondisi jalan dan kelayakan kendaraan juga dapat menjadi faktor penting terjadinya musibah ini dan akan menjadi fokus penyelidikan.