Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

SMPN 5 Batang Jadi Sekolah dengan Pendaftar Terbanyak, Warga Antre Sejak Jam 3 Pagi

Admin WGM - Friday, 26 June 2026 | 01:15 PM

Background
SMPN 5 Batang Jadi Sekolah dengan Pendaftar Terbanyak, Warga Antre Sejak Jam 3 Pagi
(Radar Pekalongan/)

SMP Negeri 5 Batang menjadi sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Batang. Berdasarkan data statistik pada laman resmi SPMB Batang, sekolah tersebut menerima sebanyak 654 pendaftar.

Jumlah tersebut jauh melampaui daya tampung yang tersedia. Tahun ini, SMPN 5 Batang hanya membuka delapan rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 256 siswa, sehingga ratusan calon peserta didik harus bersaing untuk mendapatkan kursi.

Kepala SMPN 5 Batang, Ninik Maiheti, mengatakan pihaknya tidak terlalu berfokus pada posisi sekolah dalam statistik pendaftaran. Selama proses SPMB berlangsung, sekolah lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat yang datang untuk mendaftarkan anaknya.

"Kami tidak terlalu melihat perbandingan dengan sekolah lain. Fokus kami adalah memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat yang datang mendaftar," ujar Ninik, didampingi Koordinator Operator, Heru Novianto, saat ditemui Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak hari pertama pendaftaran dibuka. Bahkan, sejumlah orang tua rela datang sejak dini hari agar mendapat giliran lebih awal.

"Ada yang sudah datang sejak pukul 03.00 pagi dan menunggu sampai layanan dibuka," katanya.

Ninik menjelaskan, tingginya minat masyarakat terhadap SMPN 5 Batang bukan hanya terjadi tahun ini. Dalam beberapa tahun terakhir, sekolah tersebut memang selalu menjadi salah satu tujuan favorit calon peserta didik baru.

Ia menilai tingginya jumlah pendaftar dipengaruhi oleh lokasi sekolah yang berada di kawasan dengan jumlah penduduk cukup padat serta kepercayaan masyarakat yang telah terbangun selama bertahun-tahun.

"Wilayah di sekitar sekolah memang padat penduduk. Selain itu, masyarakat juga sudah lama menjadikan sekolah ini sebagai pilihan, bukan semata-mata karena faktor jarak," jelasnya.

Meski peminat terus meningkat, penambahan kuota penerimaan tidak dapat dilakukan secara langsung. Menurut Ninik, penambahan daya tampung menjadi kewenangan Dinas Pendidikan dan harus disesuaikan dengan ketersediaan tenaga pendidik serta ketentuan dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

"Kalau ada penambahan kuota, tentu harus diimbangi dengan penambahan tenaga pendidik dan menyesuaikan aturan di Dapodik," ujarnya.

Salah seorang orang tua calon siswa, Tri Hayani, mengaku memilih SMPN 5 Batang karena lokasinya dekat dengan rumah. Selain itu, sekolah tersebut memang menjadi pilihan anaknya dan memiliki ikatan emosional dengan keluarga mereka.

"Rumah kami dekat, anak juga memang ingin sekolah di sini. Selain itu, banyak anggota keluarga kami yang merupakan alumni SMPN 5 Batang," tuturnya.

Di tengah tingginya jumlah pendaftar, pelaksanaan SPMB tahun ini sempat mengalami kendala teknis akibat gangguan listrik yang memengaruhi layanan server. Meski demikian, pihak sekolah memastikan proses pendaftaran tetap berjalan dan seluruh data pendaftar tetap aman. Waktu pendaftaran juga diperpanjang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang masih melakukan perubahan jalur maupun pendaftaran ulang.

Ninik menegaskan, pihak sekolah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik selama proses penerimaan peserta didik berlangsung.

"Yang terpenting proses pendaftaran berjalan aman dan lancar. Kami menjalankan arahan dari dinas dan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.

Dengan total 654 pendaftar untuk kuota 256 siswa, SMPN 5 Batang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu sekolah negeri paling diminati di Kabupaten Batang. Tingginya minat masyarakat tersebut menunjukkan kepercayaan terhadap kualitas sekolah tetap terjaga dari tahun ke tahun.