Simbol Akulturasi dan Toleransi Budaya Imlek, Klenteng Po An Thian Pekalongan Menyelenggarakan Kirab Budaya
Trista - Monday, 02 March 2026 | 03:07 PM


Semarak perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Pekalongan masih terasa kental. Yayasan TITD (Tempat Ibadah Tri Dharma) Kelenteng Po An Thian Pekalongan menyelenggarakan Kirab Ritual dan Budaya Imlek 2026 pada hari ke-14 pukul 13.00 WIB, Senin (2/3/2026).
Kirab dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai dan kesenian tradisional khas Tiongkok dari yayasan dan komunitas Toa Kok Tui An Thian Pekalongan, Paskibra Saint Bernard, marching band Gita Wiradesa, Sanggar Kudo Bekso Utomo 1970, Dara D'Calung, SSTD Mekar Teratai Semarang, dan Perkumpulan Liong Samsie Dharma Asih Semarang.
Pertunjukan budaya ini bukan hanya sekadar hiburan visual, melainkan simbol akulturasi budaya yang mempererat tali persaudaraan dan toleransi antarwarga di Kota Batik. Ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang tampak memadati kawasan kelenteng dan turut serta dalam kirab budaya.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyatakan antusiasme warga terhadap kesenian dan budaya Tiongkok menunjukkan tingginya toleransi dan keterbukaan masyarakat Pekalongan terhadap keragaman budaya.
"Kirab ini menjadi agenda rutin tahunan, inilah bentuk Kota Pekalongan yang asli seperti ini. Toleransi sangat luar biasa, walaupun ini diselenggarakan di bulan puasa tapi tidak menurunkan semangat teman-teman Kelenteng Po An Thian untuk tetap melaksanakan," ungkap Afzan Arslan Djunaid, Pekalongan (2/3/2026).
Pemerintah Kota Pekalongan mendukung penuh pelaksanaan kirab budaya yang menjadi agenda rutin sebagai penguatan aspek pariwisata. Menurut penuturan Wali Kota Pekalongan, kirab budaya ini tidak hanya menarik masyarakat daerah Pekalongan, melainkan juga para wisatawan dari luar kota yang ikut menyaksikan pertunjukan budaya ini.
"Biasanya peserta dari luar Kota Pekalongan banyak, dukungan juga didapatkan dari kelenteng-kelenteng lainnya sangat luar biasa. Harapannya bisa sebagai penguatan pariwisata," lanjut Afzan Arslan Djunaid.
Pihak yayasan TITD Kelenteng Po An Thian mengungkapkan kirab budaya tahun ini memiliki perbedaan dengan tahun sebelumnya karena pelaksanaan di bulan Ramadan. Masyarakat yang menonton kirab diperkirakan sama dengan tahun sebelumnya sekitar 1.000 massa lebih.
"Tahun ini harapannya ekonomi lebih maju, karena kudanya terdapat unsur air (Shio Kuda Api). Para petani dapat cukup air sehingga mendekati panen dapat melimpah," jelas Heru Wibawanto Nugroho, Ketua Yayasan TITD Kelenteng Po An Thian
Melalui penyelenggaraan Kirab Ritual dan Budaya Imlek 2026, Pemerintah Kota Pekalongan berharap toleransi budaya dapat terus terjalin di antara masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi penguatan di sektor budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif lokal yang dapat mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Pekalongan itu sendiri.
Next News

Jajaran Kejaksaan Negeri Karo Diperiksa Kejagung Imbas Dugaan Pelanggaran Kode Etik Perkara Amsal Sitepu
7 hours ago

Fenomena Langit April: Komet Paskah C/2026 A1 Mendekati Matahari, Berpotensi Terlihat dengan Mata Telanjang
10 hours ago

Fenomena Cahaya Misterius di Langit Lampung dan Sumbar, Pakar Bilang Bukan Meteor
12 hours ago

Viral Seruan Saiful Mujani Jatuhkan Pemerintahan Prabowo: Pengamat Sebut Langkah Absurd
14 hours ago

Capai Pilar Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Siap Bangun 100 Gudang Panen di Seluruh Indonesia
a day ago

Andrie Yunus Terancam Buta Permanen, Proses Hukum Berjalan Lambat dan Tidak Transparan
a day ago

Bertahan Hidup 7 Hari di Hutan, Molly si Border Collie Ditemukan Selamat
a day ago

Berkas Lengkap! KPK Limpahkan Kasus Korupsi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko ke PN
a day ago

KPK Beri Peringatan Keras! Bos Rokok Muhammad Suryo Diminta Kooperatif Penuhi Panggilan
a day ago

Banjir Terjang Desa Labean Sulawesi Selatan, Puluhan Rumah Warga Terendam Lumpur dan Air
a day ago





