Rupiah Akhirnya Bangkit Lawan Dolar AS, Sinergi BI dan Pemerintah Sukses Redam Tekanan Global
Admin WGM - Friday, 19 June 2026 | 09:00 AM


Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akhirnya berhasil keluar dari tekanan dan menunjukkan tren penguatan sigap dalam beberapa hari terakhir. Momentum kebangkitan mata uang Garuda ini mengakhiri tren pelemahan beruntun yang sempat membawa nilai tukar menembus level psikologis baru hingga Rp18.200 per dolar Amerika Serikat. Keberhasilan penguatan mata uang domestik tersebut dikonfirmasi oleh Bank Indonesia sebagai buah dari buah sinergi yang makin solid antara bank sentral dan pemerintah.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan dalam konferensi pers di Jakarta bahwa penguatan ini tidak terlepas dari koordinasi yang sangat erat bersama Kementerian Keuangan di bawah arahan Menteri Keuangan serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Salah satu pendorong utama dari pemulihan nilai tukar ini adalah langkah proaktif Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, yang menginisiasi pertemuan strategis guna membahas penyelamatan mata uang rupiah. Selain itu, optimalisasi kebijakan fiskal dan moneter yang selaras dengan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Purbaya Yudhi Sadewa, dinilai efektif dalam mengembalikan kepercayaan pelaku pasar.
Bank Indonesia mengungkapkan bahwa bangkitnya rupiah didukung penuh oleh bauran kebijakan moneter yang agresif untuk meredam ketidakpastian global dan tingginya kebutuhan valuta asing korporasi. Salah satu penopang utamanya adalah kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen serta masifnya penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia yang telah menembus angka Rp1.021,1 triliun. Instrumen investasi berimbal hasil tinggi ini berhasil memicu kembali aliran masuk modal asing secara masif ke dalam pasar keuangan domestik.
Hingga pertengahan pekan ini, aliran dana asing nonresiden yang masuk ke instrumen portofolio dalam negeri dilaporkan telah melambung signifikan. Masuknya modal jangka pendek ini secara otomatis mempertebal cadangan devisa serta mengurangi kelangkaan likuiditas dolar di pasar spot. Ditambah dengan kondisi fundamental ekonomi kuartal pertama nasional yang tumbuh solid hingga 5,6 persen, Bank Indonesia optimistis nilai tukar rupiah akan bergerak semakin stabil dan terus menguat ke depan sesuai dengan target asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
18 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
18 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
11 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
11 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
14 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





