Ribuan Napi Terima Remisi HUT ke-81 RI, Gubernur Jateng: Ini Sarana Evaluasi Diri, Bukan Sekadar Hadiah!
Admin WGM - Tuesday, 18 August 2026 | 07:00 PM


Pemberian Remisi Umum dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momen penting bagi ribuan warga binaan pemasyarakatan di berbagai wilayah Indonesia. Penghargaan berupa pengurangan masa pidana ini diserahkan secara serentak sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan, kedisiplinan, serta komitmen para narapidana dalam membenahi diri selama berada di lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan negara.
Di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, agenda penyerahan remisi berlangsung khidmat di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Wates. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kulon Progo Dr. H.R. Agung Setyawan dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat. Pada kesempatan ini, sebanyak 41 warga binaan Rutan Wates resmi menerima pemotongan masa tahanan. Pemberian hak hukum tersebut didasarkan pada penilaian obyektif atas perubahan perilaku positif dan keikutsertaan aktif warga binaan dalam program pembinaan mental serta keterampilan.
Langkah serupa berlangsung di Provinsi Aceh, di mana Pemerintah Aceh menyerahkan Remisi Umum Kemerdekaan kepada 4.833 narapidana dan anak binaan pemasyarakatan. Prosesi penyerahan penghargaan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah bertempat di Anjong Mon Mata, Banda Aceh. Penyerahan remisi ini menjadi simbol nyata bahwa negara memberikan perhatian serta kesempatan kedua bagi para warga binaan yang terbukti bersungguh-sungguh ingin memperbaiki jalan hidupnya dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Sementara itu, di Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 9.551 narapidana dan anak binaan memperoleh remisi serta pengurangan masa pemasyarakatan. Dalam pengarahannya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya memaknai remisi bukan sekadar hadiah gratis dari negara. Pengurangan masa pidana merupakan sarana evaluasi, perenungan, dan pemulihan diri. Melalui pembinaan yang matang, para warga binaan diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, berintegritas, serta mampu menjaga diri agar tidak kembali mengulangi kesalahan masa lalu sewaktu berkumpul lagi dengan keluarga dan masyarakat luas.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in 5 hours

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in 5 hours

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in 5 hours

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 3 hours

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
in an hour

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
in an hour

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
in an hour

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
19 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
19 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
21 hours ago





