Minggu, 6 September 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Ratusan Santri Manba'ul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap Makanan MBG

Azizatul Khifdiyah - Wednesday, 02 September 2026 | 11:03 AM

Background
Ratusan Santri Manba'ul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap Makanan MBG
Ratusan santri Ponpes Manba'ul Hikam Tanggulangin, Sidoarjo, dilarikan ke rumah sakit setelah diduga keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (suarasurabaya.net/)

​Dilansir dari Suara Surabaya, ratusan santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, diduga mengalami keracunan massal pada Selasa (1/9/2026). Peristiwa tersebut dialami para santri setelah mereka mengonsumsi hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gejala gangguan kesehatan mulai muncul secara bersamaan ketika para santri sedang berada di lingkungan pondok pesantren.

​Berdasarkan laporan yang diterima, para santri mengonsumsi makanan program MBG tersebut selepas melaksanakannya salat Zuhur. Seusai menjalankan salat Asar, sejumlah santri mulai merasakan rasa mual hingga mengalami muntah-muntah. Gejala keracunan itu awalnya dialami oleh beberapa santri, tetapi jumlah korban yang mengeluhkan sakit perut dan mual bertambah semakin banyak secara bertahap.

​Mengetahui kejadian tersebut, pengurus pondok pesantren segera bertindak cepat mengarahkan para santri untuk mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan setempat. Puluhan unit ambulans disiagakan ke lokasi untuk mengevakuasi ratusan korban yang lemas menuju rumah sakit terdekat. Petugas medis langsung memberikan penanganan darurat bagi ratusan santri yang tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

​Pengurus Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Gus Wahid, memberikan keterangan mengenai awal mula insiden kesehatan yang menimpa para santri tersebut.

​"Dimulai dari setelah salat Zuhur itu anak-anak makan. Kemudian setelah salat Asar anak-anak mulai mual-mual dan muntah-muntah," kata Gus Wahid saat on air di Radio Suara Surabaya.

​Ia menjelaskan bahwa kondisi para santri yang drop membuat pihak pesantren harus segera membawa mereka menuju fasilitas medis terdekat.

​"Satu per satu diantar ke rumah sakit. Kemudian jumlahnya tambah banyak dan tambah banyak," ujarnya.

​Menurut Gus Wahid, kejadian keracunan massal tersebut baru pertama kali terjadi sejak tempatnya menerima distribusi makanan program pemerintah itu.

​"Ini baru sekali kejadian. Kami menerima MBG itu baru dua bulan setengah. Sebelumnya baik-baik saja," katanya.

​Subandi selaku Bupati Sidoarjo turut memberikan tanggapan terkait peristiwa keracunan massal yang dialami para santri Manba'ul Hikam. Pihaknya memastikan pemerintah daerah bergerak melakukan pengawasan serta penanganan medis terhadap seluruh korban yang terdampak. Bupati Sidoarjo menegaskan akan segera melakukan peninjauan langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Tanggulangin.

​"Besok kami akan cek SPPG yang ada di Tanggulangin kenapa sampai terjadi seperti ini? Persoalannya apa? Kami sebagai pimpinan daerah kan hanya pengawasan, kami tidak bisa intervensi. Makanya besok kami akan lihat," kata Subandi saat on air di Radio Suara Surabaya.

​Hingga Selasa malam, para santri mendapatkan perawatan medis intensif di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya. Pihak berwenang bersama dinas kesehatan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab utama dari dugaan keracunan MBG ini.