Puri Kembangan Macet Total, Polisi Alihkan Arus Kendaraan Imbas Sisa Banjir Jakarta
Admin WGM - Tuesday, 05 May 2026 | 07:33 PM


Sejumlah wilayah di Jakarta Barat mulai menunjukkan tren penurunan tinggi muka air setelah sempat terendam banjir akibat intensitas hujan tinggi pada awal Mei 2026. Kendati demikian, sisa genangan di beberapa titik strategis, terutama di kawasan Puri Kembangan, memicu kemacetan lalu lintas yang masif. Pihak kepolisian terpaksa memberlakukan rekayasa arus kendaraan guna mengurai penumpukan di jalur-jalur utama, sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memacu optimalisasi infrastruktur pengisap air.
Hingga Selasa siang (5/5/2026), upaya pembersihan saluran dan pengerahan pompa bergerak masih terus dilakukan di titik-titik yang masih terendam guna mempercepat aktivitas masyarakat kembali normal.
Kemacetan Parah dan Rekayasa Lalu Lintas
Sisa genangan air di kawasan Puri Kembangan menjadi tantangan utama bagi mobilitas warga pada hari ini. Melansir laporan detikNews, kemacetan parah terjadi di sepanjang jalur tersebut akibat kendaraan yang harus melambat atau menghindari genangan air yang masih menutupi badan jalan. Banyak pengendara sepeda motor dan mobil terjebak antrean panjang yang mengular hingga beberapa kilometer.
Merespons kondisi tersebut, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Barat segera turun ke lapangan. Melansir laporan Antara News, polisi melakukan rekayasa lalu lintas khususnya di area kolong Puri Kembangan yang menjadi titik terdalam genangan. Kendaraan dari arah Cengkareng menuju Meruya maupun sebaliknya dialihkan ke jalur alternatif guna mencegah kemacetan total serta menghindari risiko mesin kendaraan mati akibat terjang banjir.
Kondisi Terkini: 18 RT Masih Terendam
Secara umum, BPBD DKI Jakarta mencatat bahwa banjir di ibu kota mulai menunjukkan progres pemulihan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari detikNews, banjir yang sebelumnya merendam puluhan titik kini mulai surut. Meski demikian, masih tersisa sedikitnya 18 Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Barat yang dilaporkan masih terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 50 sentimeter.
Sebagian besar RT yang masih terdampak berada di kawasan permukiman padat yang memiliki kontur tanah rendah serta kedekatan dengan aliran sungai yang masih meluap. Petugas gabungan dari unsur PPSU dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) disiagakan di lokasi untuk membantu warga sekaligus memastikan tali-tali air tidak tersumbat oleh sampah yang terbawa arus.
Optimalisasi Pompa dan Pengerukan Sungai
Di tengah situasi tersebut, langkah strategis untuk penanganan jangka panjang kembali ditekankan oleh otoritas daerah. Melansir laporan Metro TV, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah arahan Gubernur Pramono Anung terus menginstruksikan percepatan langkah mitigasi melalui optimalisasi kinerja pompa statis maupun mobile. Pemanfaatan pompa secara maksimal di titik-titik rawan banjir terbukti mampu mempercepat surutnya genangan di wilayah permukiman.
Selain pengerahan pompa, program pengerukan sungai dan waduk juga menjadi fokus utama dalam menormalisasi kapasitas tampung air. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan aliran air menuju hilir tidak terhambat oleh sedimentasi lumpur yang menebal. "Kita harus pastikan semua pompa berfungsi 100 persen dan pengerukan sungai dilakukan secara rutin agar kapasitas tampung tetap optimal di musim penghujan ini," tegas pihak otoritas dalam keterangannya terkait penanganan banjir 2026.
Imbauan bagi Pengendara
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalur-jalur yang baru saja surut, mengingat kondisi aspal yang mungkin licin atau terdapat lubang yang tidak terlihat akibat pengikisan air. Warga juga diminta untuk terus memantau informasi terkini mengenai prakiraan cuaca dan peta titik banjir melalui aplikasi JAKI guna merencanakan rute perjalanan dengan lebih aman.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di sekitar Puri Kembangan mulai menunjukkan pergerakan meski masih tersendat di beberapa titik. Pemerintah daerah menargetkan seluruh sisa genangan di 18 RT tersebut dapat tuntas dalam waktu kurang dari 24 jam jika tidak terjadi hujan susulan dengan intensitas ekstrem di wilayah hulu maupun lokal.
Next News

Grand Opening INFORMA Pekalongan, Wali Kota Harap Hadirkan Nuansa Batik Khas Kota Pekalongan
in 5 hours

Kebakaran di Binus Kemanggisan Jakarta Barat, Asap Tebal Sempat Kepung Area Kampus
in 3 hours

Santriwati Melahirkan di Pekalongan Jadi Sorotan, Keluarga Beri Klarifikasi
20 hours ago

9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan, Pemerintah Ungkap Kondisi Mereka
in an hour

Menlu Sugiono Ungkap WNI yang Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusian Bukan Penculikan
17 hours ago

Presiden Prabowo Hubungi Hotman Paris, Buntut Tuntutan 18 Tahun Penjara Nadiem Makarim
17 hours ago

Bikin Nostalgia Sekaligus Haru, Mengingat Kembali Memori Generasi 90-an Saat Hadapi Krismon
13 hours ago

Kilas Balik 6 Agenda Reformasi 1998: Mana yang Sudah Tercapai dan Mana yang Belum?
14 hours ago

Viral Truk Koperasi Desa Merah Putih Ambil Stok di Gudang Swasta, Pemkot Surabaya Buka Suara
21 hours ago

Kronologi Oknum Polisi Mengamuk di Rumah Anggota DPR Ade Ginanjar, Roboh Ditabrak Mobil Patroli!
a day ago





