Prabowo Subianto Pertahankan Keanggotan BoP di Tengah Desakan Publik dan Konflik Timur Tengah yang Semakin Memanas
Trista - Wednesday, 18 March 2026 | 01:27 PM


Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap mempertahankan keanggotaan dalam Board of Peace (Bop) (16/3/2026). Langkah politik ini diambil dengan mempertimbangkan kebijakan internasional dalam mengawal kedaulatan dan kemerdekaan penuh Palestina. Pernyataan ini tentunya menjadi pertanyaan masyarakat Indonesia dengan keterlibatan Amerika Serikat sebagai inisiasi BoP justru membantu Israel untuk melakukan penyerangan terhadap Iran dan Palestina.
Melansir dari laman TEMPO, posisi Indonesia dalam kondisi dan situasi dunia saat ini diharapkan dapat mewujudkan perdamaian dunia dan kemerdekaan bagi Palestina melalui solusi dua negara (two state solution). Hal ini disampaikan secara langsung kepada media internasional Bloomberg pada akhir pekan lalu di kediaman pribadi miliknya, Hambalang, Jawa Barat.
"Jika kami berada di dalamnya (BOP), kami masih bisa mempengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara," ungkap Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, dikutip dari keterangan Tertulis Badan Komunikasi Pemerintah RI, (17/3/2026).
Presiden Prabowo menilai semua pihak yang terlibat dalam konflik ini harus bersedia membuka komunikasi dua arah hingga mencapai keputusan damai. Rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza saat ini ditunda dan memilih untuk memperkuat pertahanan dan hubungan bilateral ke semua negara tetangga. Tidak bergabungnya Indonesia dalam aliansi militer merupakan konsistensi dalam menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif sesuai dengan UUD 1945 dengan tidak memihak blok kiri maupun kanan dalam menciptakan perdamaian dunia.
"Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun, ketika sesuatu terjadi, kita bisa bergantung pada siapapun," jelas Prabowo menyatakan sikap militer defensif, dilansir dari laman detikNews, (16/3/2026).
Keputusan ini, didukung oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono yang menilai bahwa RI tidak boleh tergesa-gesa dalam mengambil keputusan untuk keluar dari BoP dengan kondisi geopolitik antara Israel dan Palestina. Di tengah desakan pihak untuk RI keluar dari BoP, pihak Dave menyatakan sedang melakukan pemantauan berkala dan menyerahkan semua keputusan kepada Presiden.
"Keputusan untuk mengambil itu kan berarti Presiden melihat bahwa kita jangan tergesa-gesa untuk mengambil suatu kebijakan sampai dengan kita benar-benar memahami situasinya sejauh mana," ungkap Dave usai acara pelepasan mudik Partai Golkar di Jakarta, dilansir dari laman CNN Indonesia, Selasa (17/3/2026).
Sementara itu, beberapa pemimpin dunia telah menetapkan keputusan resmi untuk tidak bergabung dalam aliansi militer dengan mengirim kapal perang ke daerah berkonflik, serta mengencam Amerika Serikat untuk segera menghentikan penyerangan terhadap Iran. Kedamaian dunia merupakan tujuan setiap negara dalam menjaga stabilitas ketatanegaraan dari segala aspek yang turut mendukung kemajuan negara.
Next News

Grand Opening INFORMA Pekalongan, Wali Kota Harap Hadirkan Nuansa Batik Khas Kota Pekalongan
8 hours ago

Kebakaran di Binus Kemanggisan Jakarta Barat, Asap Tebal Sempat Kepung Area Kampus
10 hours ago

Santriwati Melahirkan di Pekalongan Jadi Sorotan, Keluarga Beri Klarifikasi
a day ago

9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan, Pemerintah Ungkap Kondisi Mereka
12 hours ago

Menlu Sugiono Ungkap WNI yang Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusian Bukan Penculikan
a day ago

Presiden Prabowo Hubungi Hotman Paris, Buntut Tuntutan 18 Tahun Penjara Nadiem Makarim
a day ago

Bikin Nostalgia Sekaligus Haru, Mengingat Kembali Memori Generasi 90-an Saat Hadapi Krismon
a day ago

Kilas Balik 6 Agenda Reformasi 1998: Mana yang Sudah Tercapai dan Mana yang Belum?
a day ago

Viral Truk Koperasi Desa Merah Putih Ambil Stok di Gudang Swasta, Pemkot Surabaya Buka Suara
a day ago

Kronologi Oknum Polisi Mengamuk di Rumah Anggota DPR Ade Ginanjar, Roboh Ditabrak Mobil Patroli!
a day ago





