Picu Gelombang Penolakan! Penganugerahan Gelar Sesepuh Raja Timor untuk Jokowi Diduga Sarat Kepentingan Politik
Admin WGM - Monday, 03 August 2026 | 10:37 AM


Safari politik yang dilakoni Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan riak perdebatan di tengah masyarakat. Langkah penobatan gelar adat kehormatan "Sesepuh Raja-Raja Timor" kepada Jokowi di kawasan Lai-Lai Besi Kopan (LLBK), Kota Kupang, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, langsung memicu gelombang penolakan keras dari elemen mahasiswa. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang bersama Ikatan Mahasiswa Daerah Timor (IMADAR) menyuarakan kritik tajam terhadap prosesi adat yang dinilai telah terkooptasi oleh agenda politik praktis.
Kunjungan Jokowi ke wilayah NTT kali ini tidak terlepas dari rangkaian safari politik lintas daerah yang membentang dari Lampung hingga kawasan Indonesia Timur. Didampingi jajaran pimpinan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), kehadiran tokoh politik nasional tersebut memang menyedot antusiasme warga lokal di beberapa titik lokasi. Namun, di balik kerumunan massa yang menyambut antusias, keputusan sejumlah pemangku adat dan lembaga raja-raja se-Pulau Timor untuk menyematkan gelar "Sesepuh" dianggap menyimpang dari tatanan nilai serta norma adat yang berlaku. Elemen mahasiswa menilai bahwa simbol kebudayaan dan gelar kehormatan sakral tidak sepatutnya ditarik ke arena politik untuk kepentingan elektoral semata.
PMKRI dan IMADAR menegaskan bahwa penganugerahan gelar kehormatan adat seharusnya didasarkan pada konsensus internal lembaga adat yang murni serta terbebas dari intervensi kepentingan kekuasaan. Mereka menuding adanya indikasi politisasi tradisi oleh pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan panggung adat demi kepentingan kelompok politik sepihak. Komodifikasi gelar kehormatan ini dinilai mencederai marwah serta kesakralan lembaga adat Timor yang dijaga secara turun-temurun. Mahasiswa menuntut agar nilai-nilai kebudayaan lokal dikembalikan pada hakikatnya sebagai perekat sosial, bukan sebagai instrumen pencitraan figur politik.
Di sisi lain, para tokoh adat yang menyerahkan gelar tersebut beralasan bahwa penganugerahan murni merupakan bentuk apresiasi tertinggi masyarakat Timor atas rekam jejak pembangunan era pemerintahan Jokowi. Selama sepuluh tahun memimpin, NTT mendapatkan alokasi pembangunan infrastruktur vital yang sangat masif, mulai dari bendungan, pos lintas batas negara, hingga jalan strategis. Menurut pihak penganugerah, gelar tersebut merupakan ucapan terima kasih warga atas dedikasi nyata yang telah mengubah wajah dan perekonomian kawasan Indonesia Timur.
Polemik penganugerahan gelar adat ini mencerminkan betapa tipisnya batas antara penghormatan budaya dan kepentingan panggung politik nasional. Aksi penolakan yang dilancarkan oleh kelompok mahasiswa di Kota Kupang menjadi peringatan tegas agar tatanan tradisi serta nilai leluhur tidak mudah terdistorsi oleh arus konsolidasi partai. Ke depan, dinamika ini meninggalkan catatan penting bagi publik NTT tentang krusialnya menjaga independensi dan kesakralan warisan budaya dari tarikan kepentingan politik praktis.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in 5 hours

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in 5 hours

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in 5 hours

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 3 hours

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
in an hour

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
in an hour

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
in an hour

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
19 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
19 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
21 hours ago





