Pemerintah Sepakati Kebijakan WFH Satu Hari Sepekan demi Efisiensi Energi
Admin WGM - Wednesday, 25 March 2026 | 05:30 PM


Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengungkapkan bahwa jajaran menteri dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menyepakati pemberlakuan skema kerja Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah selama satu hari setiap pekan. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan melakukan efisiensi energi di lingkup instansi pemerintahan.
Kebijakan ini merupakan respons atas dinamika krisis energi global yang menuntut langkah penghematan secara masif. Mendagri menegaskan bahwa kesepakatan tersebut telah melalui kajian mendalam agar pengurangan mobilitas fisik aparatur negara tidak mengganggu produktivitas maupun kualitas layanan publik yang diberikan kepada masyarakat.
"Seluruh kementerian telah mencapai kesepahaman untuk menerapkan satu hari WFH dalam sepekan. Fokus utama kami adalah efisiensi anggaran negara, khususnya pada sektor penggunaan BBM dan operasional kantor, tanpa mengurangi esensi kinerja birokrasi," ujar Mendagri dalam keterangannya di Jakarta.
Menanggapi kebijakan pusat tersebut, sejumlah pemerintah daerah menyatakan kesiapannya untuk melakukan implementasi. Namun, beberapa daerah masih menunggu surat edaran resmi sebagai payung hukum teknis untuk mengatur jadwal dan pembagian tugas pegawai. Pemerintah daerah menekankan bahwa sistem pengawasan digital akan diperkuat guna memastikan aparatur tetap bekerja secara optimal meskipun tidak berada di kantor.
Di tingkat wilayah, Pemerintah Kota Bogor menjadi salah satu yang bergerak cepat dalam menyiapkan skema teknis. Pemkot Bogor tengah merumuskan pembagian jadwal agar pelayanan langsung kepada masyarakat tetap berjalan normal. Langkah ini dinilai relevan dengan kondisi geografis dan kepadatan mobilitas di Bogor yang selama ini menjadi kontributor cukup tinggi dalam konsumsi energi transportasi bagi pekerja komlaju.
Pemerintah optimistis bahwa penerapan WFH satu hari sepekan ini tidak hanya berdampak pada penghematan kas negara, tetapi juga berkontribusi pada penurunan emisi karbon di area perkotaan. Kebijakan ini diharapkan menjadi standar baru dalam manajemen sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan yang lebih adaptif terhadap tantangan ekonomi dan lingkungan masa depan.
Next News

Mens Rea Etik Suryani: KPK Sebut Korupsi di Sukoharjo Estafet Antarbupati
in 5 hours

Diserang Isu Money Laundering Raffi Ahmad, RANS Buka Suara di Tengah Persiapan Melantai di Bursa!
in 4 hours

Sogok Massal Penguasa Gerbang Negara: Bagaimana John Field dkk Membeli Kebijakan Bea Cukai Senilai Puluhan Miliar
in 3 hours

Rampung Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Tiga Operator Raksasa Bersiap Dongkrak Jaringan
in 7 hours

Ingin Porsi Layak Seperti di Amerika, Prabowo Minta Daging Ayam Menu MBG Tak Dipotong Kecil-Kecil
in 6 hours

Kondisi Menurun Drastis, Wali Kota Bandung Farhan Mendadak Dilarikan ke IGD Rumah Sakit
in 4 hours

Aksi Arogan Berujung Bui! Polisi Tangkap 'Bang Jago' yang Viral Rusak Mini Cooper di Sunter
in 3 hours

Peluang atau Ancaman? Memahami Konsep Bonus Demografi untuk Masa Depan Bangsa
in 4 hours

Bumi Makin Padat: Bagaimana Ledakan Populasi Memengaruhi Krisis Lingkungan Global
in 3 hours

Ratusan Nakes NTT Desak Proses Hukum: Dugaan Misteri di Balik Kasus dr. Icha Harus Dibongkar!
14 hours ago





