Pemerintah Pangkas Subsidi BBM: Kenali Arti Desil 1–10 dan Kriteria Dilarang Beli Pertalite
Admin WGM - Friday, 21 August 2026 | 05:00 PM


Pemerintah tengah menyusun skema pembatasan penyaluran BBM bersubsidi jenis Pertalite agar lebih tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Salah satu wacana utama yang mengemuka adalah melarang kelompok masyarakat kategori desil 9 dan desil 10 untuk membeli Pertalite.
Dalam sistem pengelompokan ekonomi, desil merupakan indikator pemeringkatan tingkat kesejahteraan rumah tangga yang dibagi menjadi sepuluh tingkatan sama besar. Kelompok desil 1 mencakup sepuluh persen masyarakat dengan tingkat ekonomi terendah, sementara desil 10 diisi oleh sepuluh persen kelompok paling mampu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa skema larangan pembelian Pertalite ini akan diuji coba secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan. Tahap awal uji coba kebijakan ini diprioritaskan terlebih dahulu untuk membatasi akses masyarakat kelas teratas atau desil 10.
Kebijakan pembatasan ini dirancang demi memastikan bahwa beban anggaran subsidi BBM senilai ratusan triliun rupiah tidak lagi dinikmati oleh kalangan mampu. Masyarakat yang masuk ke dalam kelompok desil 9 dan 10 diharapkan beralih menggunakan BBM non-subsidi seperti Pertamax.
Pemerintah mengkalkulasi bahwa pembatasan kuota Pertalite untuk desil 10 berpotensi menghemat anggaran subsidi energi hingga mencapai sepuluh persen. Penghematan anggaran tersebut nantinya dapat dialokasikan kembali untuk memperkuat program perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat kurang mampu.
Meski demikian, Kementerian ESDM menegaskan bahwa kebijakan pengawasan pembatasan BBM subsidi ini masih berada dalam tahap pengkajian sistem teknis di lapangan. Sebelum aturan resmi diterbitkan, masyarakat dari kelompok desil 9 maupun 10 masih diperbolehkan membeli Pertalite sesuai regulasi berjalan.
Pemerintah terus mematangkan mekanisme pendataan digital agar proses verifikasi identitas pembeli di SPBU dapat berjalan lancar tanpa memicu antrean panjang. Integrasi data sosial ekonomi masyarakat menjadi kunci utama suksesnya implementasi pembatasan distribusi Pertalite di seluruh wilayah Indonesia.
Upaya transformasi kebijakan penyaluran subsidi energi ini diharapkan dapat menciptakan keadilan sosial serta efisiensi anggaran negara secara berkelanjutan. Kesadaran masyarakat kelas atas untuk tidak mengambil hak subsidi warga miskin sangat diperlukan demi keberhasilan skema baru ini.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in 7 hours

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in 7 hours

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in 6 hours

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 5 hours

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
in 3 hours

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
in 3 hours

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
in 3 hours

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
17 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
17 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
19 hours ago





