Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Pamerkan Liburan Mewah hingga Timbunan Jerigen BBM oleh Sang Anak, Pejabat Gayo Lues Mengundurkan Diri

Trista - Friday, 24 July 2026 | 03:37 PM

Background
Pamerkan Liburan Mewah hingga Timbunan Jerigen BBM oleh Sang Anak, Pejabat Gayo Lues Mengundurkan Diri
Penyebab pejabat Setdakab Gayo Lues mengundurkan diri (Tangkapan Layar Laman Instagram @prokopim_gayolues /)

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Nevirizal, resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya pada Kamis (23/7/2026). Keputusan tersebut diambil setelah aksi pamer gaya hidup mewah (flexing) yang dilakukan oleh putrinya di media sosial mendadak viral dan menuai kecaman luas dari publik.

"Saya yang bertanda tangan di bawah ini dr. Nevirizal, M.Kes., M.H.Kes., jabatan Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesra, melalui surat ini saya menyampaikan pengunduran diri dari jabatan yang saya emban terhitung sejak tanggal 23 Juli 2026," ungkap Nevirizal dalam unggahan Instagram @prokopim_gayolues (23/7/2026).

Langkah pengunduran diri ini diakuinya sebagai bentuk tanggung jawab moral seorang pejabat publik dalam menjaga integritas, etika, serta kepercayaan masyarakat terhadap instansi pemerintah. Kebijakan ini juga ditujukan untuk menjaga nama baik Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sekaligus memberikan ruang agar proses evaluasi internal dapat berjalan secara penuh dan objektif.

"Demi menjaga nama baik institusi serta memberikan kesempatan agar proses evaluasi dan perbaikan dapat berjalan dengan baik, saya memilih mengundurkan diri dari jabatan saya emban saat ini," lanjutnya.

Kegaduhan tersebut bermula dari unggahan putri Nevirizal, Dea Arranoya, yang memamerkan berbagai aktivitas bernuansa kemewahan melalui akun media sosial miliknya. Konten yang diunggah mencakup dokumentasi perjalanan liburan ke sejumlah negara seperti Korea Selatan, Thailand, Prancis, Inggris, dan Jerman, rincian harga mobil baru yang ingin dibeli, hingga foto belasan jeriken berisi bahan bakar minyak yang tersimpan di rumahnya.

Unggahan tersebut dinilai tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat sekitar sehingga memancing reaksi negatif. Menanggapi polemik yang berkembang, Nevirizal menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pemerintah daerah, rekan kerja, dan seluruh masyarakat Gayo Lues.

Kasus ini semakin mencuri perhatian publik dengan ditemukannya penimbunan bahan bakar subsidi di rumah Nevirizal. Masyarakat turut mengaitkannya dengan isu gagal bayar atau tunggakan utang proyek kepada vendor di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues, Aceh. Permasalahan ini diduga karena adanya masalah defisit anggaran, masalah likuiditas kas daerah, serta catatan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terkait penataan keuangan yang kurang optimal.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mengonfirmasi telah menerima surat pengunduran diri tersebut dan akan menindaklanjutinya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Tim ini bertugas menginvestigasi dugaan pelanggaran etik Aparatur Sipil Negara serta mendalami seluruh materi unggahan guna memastikan prinsip akuntabilitas dan transparansi di lingkungan pemerintahan tetap terwujud.

"Kami sudah menerima surat pengunduran diri. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues juga akan membentuk tim khusus untuk menginvestigasi persoalan ini dan hasilnya akan kami sampaikan secara terbuka kepada masyarakat," ungkap Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, dilansir dari laman CNN Indonesia (23/7/2026).