Nyaris 1 Ton Emas Melayang ke Dubai, Aksi Sindikat WN India Digagalkan di Sunter
Admin WGM - Monday, 17 August 2026 | 11:39 AM


Tim Subdit I Dittipidter Bareskrim Polri membongkar sindikat penyelundupan dan pengolahan emas ilegal jaringan internasional yang melibatkan warga negara India di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan dua tersangka utama berinisial HKS dan SP yang mengoperasikan tempat pengolahan emas tanpa izin resmi.
"Bisa dibayangkan 30 kg itu kali 30 hari, kurang lebih satu ton. Kalau 1 gram itu harganya Rp2,6 juta, hampir Rp3 triliun yang diselundupkan ke luar negeri tanpa kita ketahui," ungkap Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Mohammad Irhamni, dilansir dari laman Kompas.com, Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Petugas menyita puluhan kilogram emas batangan siap edar beserta peralatan peleburan modern dari lokasi penggerebekan yang dijadikan markas operasi sindikat tersebut. Seluruh barang bukti bernilai ratusan miliar rupiah kini telah diamanatkan di Bareskrim Polri guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Jaringan internasional ini disinyalir telah beroperasi secara masif dengan kemampuan mengolah emas ilegal hingga 30 kilogram setiap harinya. Aktivitas kejahatan yang berlangsung selama sebulan terakhir tersebut diperkirakan mencapai total volume nyaris satu ton emas dengan estimasi nilai mendekati Rp3 triliun.
"Kurang lebih satu hari sesuai informasi yang kami terima sehingga kami bisa melakukan penegakan hukum itu kurang lebih 30 kilogram per hari. Bisa dibayangkan 30 kilogram itu kali 30 hari kurang lebih 1 ton," lanjut Irhamni.
Modus operandi yang digunakan pelaku meliputi penampungan hasil tambang ilegal domestik hingga pemanfaatan jalur penyelundupan antarnegara guna menghindari pengawasan otoritas resmi. Hasil olahan emas murni tersebut kemudian dicetak ulang untuk disusupkan ke pasar gelap nasional maupun diekspor secara ilegal.
Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri terus melakukan pendalaman guna membongkar keterlibatan pihak lain yang diduga menjadi penyokong dana maupun penadah hasil kejahatan ini. Penindakan tegas ini menjadi komitmen kepolisian dalam mengamankan sumber daya alam nasional serta mencegah kerugian negara dalam skala besar.
"Untuk warga negara India tentunya kami lakukan pemeriksaan dahulu. Nanti kami koordinasi dengan Kedutaan India. Nanti kebijakannya seperti apa, apakah kita lakukan penegakan hukum dan penahanan di Indonesia ataupun seperti deportasi dan sebagainya kami koordinasikan dahulu," ungkap Irhamni.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in 5 hours

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in 5 hours

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in 5 hours

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 3 hours

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
in an hour

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
in an hour

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
in an hour

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
19 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
19 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
21 hours ago





