Jumat, 20 Februari 2026
Walisongo Global Media
Foodhunt

Megono: Makanan Khas Pekalongan dan Batang yang Sarat Makna Budaya

Admin WGM - Sunday, 25 January 2026 | 09:08 AM

Background
Megono: Makanan Khas Pekalongan dan Batang yang Sarat Makna Budaya

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan ragam kuliner tradisional, salah satunya adalah Megono, makanan khas yang berasal dari wilayah Pekalongan dan Batang, Jawa Tengah. Megono bukan sekadar hidangan sederhana, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat pesisir yang memanfaatkan bahan alam sekitar secara kreatif dan berkelanjutan.

Makanan ini hingga kini masih mudah dijumpai, baik di warung tradisional, pasar pagi, maupun sebagai menu sarapan favorit masyarakat setempat.

Asal Usul dan Persebaran Megono

Megono dikenal luas di daerah Pekalongan dan Batang, dua wilayah bertetangga yang memiliki kesamaan budaya dan tradisi kuliner. Hidangan ini berkembang di lingkungan masyarakat agraris dan pesisir, di mana nangka muda mudah ditemukan dan dijadikan bahan utama.

Megono sering disajikan dalam kehidupan sehari-hari, acara keluarga, hingga kegiatan keagamaan dan tradisi masyarakat lokal.

Bahan dan Cara Pembuatan

Bahan utama megono adalah nangka muda yang dicincang halus. Nangka muda kemudian dimasak dan dibumbui dengan rempah-rempah sederhana, seperti:

  • Kelapa parut
  • Bawang merah dan bawang putih
  • Cabai
  • Ketumbar
  • Daun salam
  • Lengkuas

Semua bahan tersebut dimasak hingga bumbu meresap dan menghasilkan cita rasa gurih, sedikit pedas, dan harum khas kelapa.

Ciri Khas dan Penyajian

Megono biasanya disajikan sebagai lauk pendamping nasi, terutama nasi hangat. Penyajian yang paling populer adalah nasi megono, yaitu nasi putih yang diberi megono di atasnya, kemudian dilengkapi dengan lauk sederhana seperti:

  • Ikan asin
  • Tempe goreng
  • Tahu
  • Mendoan

Kesederhanaan inilah yang justru menjadi daya tarik utama megono.

Nilai Filosofis Megono

Megono mencerminkan nilai kehidupan masyarakat Pekalongan dan Batang, yaitu:

  • Kesederhanaan, karena menggunakan bahan murah dan mudah didapat
  • Kebersamaan, karena sering dimasak dan disantap bersama
  • Kearifan lokal, dalam memanfaatkan hasil alam sekitar

Megono juga menunjukkan bagaimana masyarakat lokal mampu mengolah bahan sederhana menjadi makanan lezat dan bernilai budaya tinggi.

Megono sebagai Identitas Kuliner Daerah

Hingga kini, megono masih menjadi ikon kuliner Pekalongan dan Batang. Bahkan, megono sering diperkenalkan dalam berbagai festival budaya dan kuliner sebagai identitas daerah. Keberadaannya menjadi bukti bahwa makanan tradisional tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Megono bukan hanya makanan khas Pekalongan dan Batang, tetapi juga simbol budaya dan tradisi masyarakat setempat. Dengan cita rasa sederhana namun kaya makna, megono layak untuk terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan kuliner Nusantara.