Jumat, 20 Februari 2026
Walisongo Global Media
Foodhunt

Serabi Kalibeluk: Kuliner Legendaris "Raksasa" dari Batang yang Tak Lekang oleh Zaman

Admin WGM - Sunday, 25 January 2026 | 03:05 PM

Background
Serabi Kalibeluk: Kuliner Legendaris "Raksasa" dari Batang yang Tak Lekang oleh Zaman
Serabi Kalibeluk (Jatengprov.go.id/)

Jika berbicara tentang serabi, mungkin yang terlintas di pikiran Winners adalah serabi Solo yang tipis atau serabi Bandung yang kaya topping. Namun, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terdapat varian serabi yang sangat unik dan ikonik bernama Serabi Kalibeluk. Berasal dari Desa Kalibeluk, Kecamatan Warungasem, serabi ini bukan sekadar camilan, melainkan simbol sejarah dan kearifan lokal yang sudah bertahan selama berabad-abad.

Keunikan yang Membedakan

Hal pertama yang mencuri perhatian dari Serabi Kalibeluk adalah ukurannya. Jika serabi pada umumnya berukuran kecil atau seukuran telapak tangan, Serabi Kalibeluk memiliki diameter yang besar dan tekstur yang sangat tebal serta padat. Saking besarnya, satu porsi serabi ini seringkali cukup untuk dinikmati bersama-sama.

Secara tradisional, Serabi Kalibeluk hanya memiliki dua varian rasa otentik:

  1. Rasa Original (Gurih): Dominan rasa santan kelapa yang kental dan asin yang pas.
  2. Rasa Gula Jawa (Manis): Menggunakan campuran gula merah asli yang memberikan warna cokelat alami dan aroma karamel yang menggoda.

Proses Pembuatan yang Masih Tradisional

Salah satu rahasia kelezatan Serabi Kalibeluk terletak pada proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara-cara tradisional. Adonan yang terbuat dari tepung beras dan santan kelapa murni dimasak menggunakan tungku tanah opor (luweng) dengan kayu bakar.

Penggunaan api dari kayu bakar memberikan aroma smoky yang khas, yang tidak bisa dihasilkan oleh kompor gas modern. Selain itu, cetakan yang digunakan adalah cobek tanah liat, yang memastikan panas merata sehingga bagian luar serabi menjadi sedikit garing (kerak) sementara bagian dalamnya tetap lembut dan moist.

Legenda di Balik Rasa

Eksistensi Serabi Kalibeluk tidak lepas dari cerita rakyat setempat. Konon, serabi ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram. Nama "Kalibeluk" sendiri merujuk pada desa asalnya. Ada legenda yang menyebutkan bahwa dulu serabi ini merupakan hidangan istimewa yang disukai oleh para bangsawan dan penguasa karena rasanya yang mantap dan mengenyangkan.

Mengapa Harus Mencoba Serabi Kalibeluk?

Di tengah gempuran makanan kekinian yang serba instan, Serabi Kalibeluk menawarkan sensasi rasa yang "jujur". Tidak ada bahan pengawet atau pemanis buatan. Setiap gigitan memberikan tekstur kenyal dan rasa gurih santan yang kuat, sangat cocok dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi di sore hari.

Bagi para pelancong yang melewati jalur pantura atau sedang berkunjung ke Batang dan Pekalongan, Serabi Kalibeluk adalah buah tangan wajib. Kuliner ini bukan hanya soal mengenyangkan perut, tapi juga cara kita mengapresiasi warisan kuliner Nusantara yang tetap eksis di tengah modernisasi. Udah pernah nyoba, Winners?