Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Foodhunt

Susu Kentang Geser Susu Oat? Mengenal Tren Plant-Based 2026 yang Diklaim Lebih Ramah Lingkungan & Murah

Admin WGM - Monday, 16 February 2026 | 03:39 PM

Background
Susu Kentang Geser Susu Oat? Mengenal Tren Plant-Based 2026 yang Diklaim Lebih Ramah Lingkungan & Murah
(kompas.com/)

Dunia plant-based kembali bergejolak. Setelah era susu kedelai, almond, hingga puncaknya susu oat, kini muncul penantang baru yang mungkin terdengar aneh namun sangat masuk akal: Susu Kentang. Memasuki pertengahan 2026, banyak coffee shop spesialisasi di Jakarta mulai mencantumkan "Potato Milk" sebagai opsi pengganti susu sapi. Bukan sekadar tren sesaat, susu kentang digadang-gadang sebagai solusi pamungkas bagi mereka yang mencari alternatif susu yang paling berkelanjutan, bebas alergi, dan yang terpenting, lebih bersahabat bagi kantong di tengah inflasi harga pangan.

1. Kenapa Harus Kentang?

Mungkin kamu bertanya-tanya, "Apakah rasanya seperti makan kentang tumbuk?". Jawabannya: Tidak. Susu kentang diolah dengan teknologi enzimatis yang menghasilkan tekstur creamy mirip susu sapi namun dengan rasa yang sangat netral (bahkan lebih netral dari susu oat yang terkadang terlalu manis). Kentang secara alami kaya akan Vitamin C, serat, dan potasium, menjadikannya pilihan nutrisi yang solid.

2. Jauh Lebih Ramah Lingkungan

Inilah alasan utama kenapa susu kentang diprediksi akan menang di 2026. Dibandingkan dengan penanamannya:

  • Gunakan Sedikit Lahan: Kentang membutuhkan lahan 2 kali lebih sedikit dibandingkan oat.
  • Hemat Air: Dibandingkan almond yang sangat boros air, kentang hanya membutuhkan sekian persen air untuk tumbuh hingga masa panen.
  • Jejak Karbon Rendah: Emisi yang dihasilkan dari produksi susu kentang diklaim sebagai salah satu yang terendah di kategori produk susu nabati.

3. Tekstur "Micro-foam" yang Dicintai Barista

Di tahun 2026, para barista di Jakarta mulai jatuh cinta pada susu kentang karena kemampuannya menghasilkan micro-foam yang stabil. Untuk membuat latte art, susu kentang tidak mudah pecah (curdling) saat terkena suhu panas kopi yang asam. Teksturnya yang kental memberikan mouthfeel yang memuaskan tanpa rasa berpasir yang sering ditemukan pada susu kacang-kacangan.

4. Harga yang Lebih Kompetitif

Saat gandum (bahan baku oat) sering mengalami fluktuasi harga akibat krisis global, kentang adalah komoditas yang relatif lebih stabil dan melimpah di pasar lokal Indonesia. Hal ini memungkinkan produsen mematok harga yang lebih murah dibandingkan susu oat impor yang pajaknya makin tinggi di tahun 2026.

Susu kentang adalah bukti bahwa inovasi pangan tidak selalu harus berasal dari bahan yang eksotis. Terkadang, jawabannya ada pada bahan pokok yang sudah ada di dapur kita selama berabad-abad. Dengan keunggulan harga dan dampak lingkungan yang lebih baik, tidak heran jika sebentar lagi pertanyaan "Susu oat atau almond?" akan berubah menjadi "Pakai susu kentang aja ya?". Jadi, berani coba sensasi creamy dari umbi-umbian ini besok pagi?