Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Foodhunt

Jangan Tertipu Cangkang Mulus, Begini Cara Bedakan Telur Busuk dan Segar dalam Sekejap

Admin WGM - Saturday, 14 February 2026 | 06:42 PM

Background
Jangan Tertipu Cangkang Mulus, Begini Cara Bedakan Telur Busuk dan Segar dalam Sekejap
Telur sehat dan baru, ini tips memilihnya (pexels.com/Jb Moordiana/)

Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling populer dan serbaguna bagi masyarakat Indonesia. Namun, di balik cangkangnya yang tertutup rapat, kualitas isi telur tidak selalu dapat dipastikan hanya dengan melihat sekilas. Membeli telur yang sudah tidak segar bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berisiko bagi kesehatan, terutama ancaman bakteri Salmonella yang dapat memicu keracunan makanan.

Ketelitian dalam memilih telur sebelum membawanya ke kasir adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap konsumen. Untungnya, terdapat beberapa metode ilmiah dan praktis yang dapat dilakukan untuk mengetahui kualitas telur tanpa harus merusak atau memecahkan cangkangnya.

Uji Apung: Hukum Archimedes di Dalam Gelas

Metode paling akurat dan populer untuk menguji kesegaran telur adalah dengan menggunakan media air atau uji apung. Teknik ini didasarkan pada fakta bahwa cangkang telur bersifat berpori dan memiliki kantong udara di dalamnya. Semakin tua usia telur, semakin banyak cairan di dalam telur yang menguap dan digantikan oleh udara, sehingga kantong udara tersebut membesar.

Caranya sangat sederhana: masukkan telur ke dalam gelas atau wadah berisi air dingin.

  • Telur Sangat Segar: Akan tenggelam sepenuhnya ke dasar wadah dengan posisi mendatar (horizontal). Ini menunjukkan kantong udara masih sangat kecil.
  • Telur Kurang Segar: Akan tenggelam namun posisinya berdiri tegak atau miring (vertikal). Telur ini masih layak dikonsumsi tetapi harus segera dimasak.
  • Telur Busuk: Akan mengapung di permukaan air. Jika Anda menemukan kondisi ini, segera buang telur tersebut karena tumpukan gas di dalamnya sudah terlalu banyak, menandakan proses pembusukan telah terjadi.

Pengamatan Tekstur dan Aroma Cangkang

Meskipun mata tidak bisa menembus cangkang, kondisi permukaan telur memberikan petunjuk penting. Telur yang segar cenderung memiliki cangkang yang terasa sedikit kasar atau bertekstur seperti ada lapisan bubuk halus di permukaannya. Sebaliknya, telur yang sudah lama disimpan biasanya memiliki cangkang yang terasa licin dan mengkilap.

Selain tekstur, pastikan cangkang dalam kondisi utuh dan bersih. Hindari memilih telur yang memiliki retakan sekecil apa pun, karena retakan tersebut menjadi pintu masuk utama bagi bakteri untuk mengontaminasi bagian dalam telur. Selain itu, cobalah mencium aroma cangkangnya. Telur yang baru tidak memiliki aroma yang tajam, sementara telur yang mulai rusak sering kali mengeluarkan bau tidak sedap meski cangkangnya belum pecah.

Uji Kocok: Mendengarkan Suara di Balik Cangkang

Metode lain yang sering dilakukan oleh para pedagang di pasar tradisional adalah dengan menggoyangkan atau mengocok telur secara perlahan di dekat telinga. Pada telur yang masih segar, Anda tidak akan mendengar suara apa pun saat dikocok. Hal ini disebabkan karena putih telur (albumen) masih kental dan kuning telur terikat kuat di tengah, sehingga tidak ada ruang bagi isi telur untuk bergerak bebas.

Sebaliknya, jika Anda mendengar suara cairan yang berpindah-pindah atau suara "kocak", itu menandakan bahwa putih telur sudah mulai mencair dan kantong udara sudah meluas. Meski suara ini tidak selalu berarti telur sudah busuk, hal tersebut merupakan indikator kuat bahwa kualitas nutrisi dan kesegaran telur sudah menurun drastis.

Penanda Warna dan Cahaya (Teropong Sederhana)

Jika Anda berbelanja di tempat yang memiliki pencahayaan cukup terang, Anda bisa melakukan teknik peneropongan atau candling. Gunakan cahaya lampu atau senter ponsel dan arahkan ke bagian tumpul telur. Pada telur yang segar, bagian dalamnya akan terlihat jernih tanpa noda gelap, dan kantong udaranya akan terlihat sangat tipis. Noda gelap di dalam telur dapat mengindikasikan adanya pertumbuhan jamur atau awal pembentukan embrio yang membuat telur tidak layak konsumsi.

Memilih telur yang berkualitas adalah investasi bagi kesehatan keluarga. Dengan menggabungkan pengamatan visual, pendengaran, hingga uji apung sederhana, Anda dapat memastikan bahwa bahan pangan yang Anda sajikan di meja makan adalah bahan terbaik. Jangan ragu untuk meluangkan waktu sejenak saat berbelanja untuk memeriksa kondisi telur, karena kesegaran bahan pangan adalah kunci utama dari kelezatan dan keamanan sebuah masakan.