Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Kedubes Iran Tegaskan Teheran Tidak Miliki dan Ciptakan Senjata Nuklir

Trista - Tuesday, 04 August 2026 | 01:58 PM

Background
Kedubes Iran Tegaskan Teheran Tidak Miliki dan Ciptakan Senjata Nuklir
Tanggapan Kedubes Iran soal pernyataan Prabowo (ANTARA /)

Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyampaikan klarifikasi resmi guna membantah secara tegas berbagai spekulasi dan pemberitaan mengenai dugaan kepemilikan senjata nuklir oleh pemerintah Teheran. Pernyataan tertulis dari otoritas diplomatik tersebut dikeluarkan untuk merespons dinamika isu geopolitik global yang kini menjadi perhatian luas dalam diskursus publik serta ranah perpolitikan nasional Indonesia.

"The Islamic Republic of Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya. Fatwa pemimpin syahid Republik Islam Iran mengharamkan senjata nuklir," ungkap Kedubes Iran, Minggu (2/8/2026).

Pemerintah Iran menegaskan kembali bahwa seluruh program pengembangan teknologi nuklir di dalam negerinya murni ditujukan bagi kepentingan damai, riset sains, serta pemenuhan kebutuhan energi nasional. Kebijakan strategis ini berlandaskan pada fatwa keagamaan tertinggi yang melarang keras pembuatan senjata pemusnah massal sekaligus berada dalam pengawasan ketat Badan Tenaga Atom Internasional.

Sejumlah pakar strategi dan analis militer internasional menilai bahwa Iran telah berhasil mengembangkan kapabilitas pertahanan alternatif yang terbukti jauh lebih efektif serta ampuh dibanding ketakutan terhadap bom nuklir. Keberhasilan penguasaan teknologi peluru kendali presisi tinggi dan strategi perang asimetris terbukti mampu menjaga kedaulatan negara secara optimal tanpa harus melanggar hukum konvensi internasional.

Sorotan publik di Tanah Air kian menguat setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sempat menyinggung kekhawatiran terkait dinamika kepemilikan kapasitas persenjataan strategis di kawasan geostrategis Timur Tengah. Pidato resmi kepala negara tersebut langsung memantik perhatian tajam serta perdebatan hangat di kalangan akademisi, pengamat hubungan internasional, hingga para pengambil kebijakan strategis di Jakarta.

"Sore tiap malam kita lihat dalam berita-berita eskalasi, eskalasi, eskalasi. Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirat juga mau punya senjata nuklir. Qatar juga mau punya senjata nuklir. Mesir juga mau punya senjata nuklir," pernyataan Prabowo dalam forum Kadin dan asosiasi pengusaha se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Menanggapi wacana yang berkembang luas tersebut, pengamat kajian kawasan Timur Tengah memastikan bahwa Iran tidak terbukti memiliki persenjataan nuklir operasional maupun niat untuk merancangnya. Para ahli mengimbau agar semua pihak bersikap lebih objektif dan tidak mentah-mentah menyerap asumsi yang belum terverifikasi secara sah melalui data laporan intelijen independen.

"Indonesia selama ini menyatakan menjalankan kebijakan luar negeri bebas aktif, sehingga seharusnya tidak mengadopsi begitu saja narasi keamanan Amerika Serikat dan Israel," ungkap Diana Y. Sulaeman, salah satu pengamat dari Unpad.

Di sisi lain, Indonesia dinilai sangat wajar apabila merasa cemas terhadap potensi ancaman eskalasi konflik serta perlombaan senjata pemusnah massal di wilayah Timur Tengah. Dampak bencana kemanusiaan, bahaya radiasi, hingga guncangan krisis pasokan energi dunia dipastikan bakal membawa implikasi langsung yang mengancam stabilitas perekonomian serta keamanan dalam negeri.