Kebakaran Hebat Hanguskan 120 Rumah Adat Sade Lombok Tengah, Hanya Tersisa Fondasi
Admin WGM - Sunday, 23 August 2026 | 01:03 PM


Kebakaran hebat melanda kawasan cagar budaya Kampung Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Musibah yang terjadi pada Minggu malam tersebut menghanguskan sekitar 120 rumah tradisional khas suku Sasak hingga rata dengan tanah dan hanya menyisakan bagian fondasi.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa kobaran api berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga setempat. Api dengan sangat cepat merambat ke bangunan lain karena mayoritas rumah terbuat dari bahan yang sangat mudah terbakar seperti atap ilalang dan dinding anyaman bambu.
Kencangnya hembusan angin di lokasi kejadian semakin mempercepat kobaran api menyapu permukiman padat karya seni dan budaya tersebut. Kondisi geografis berupa gang-gang sempit dan padat juga menyulitkan warga serta petugas pemadam kebakaran yang berupaya keras memadamkan si jago merah.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah mengerahkan beberapa unit armada pemadam ke tempat kejadian perkara. Petugas gabungan bersama warga lokal bahu-membahu melokalisasi kobaran api agar tidak semakin meluas ke area permukiman warga di sekitarnya.
Proses pemadaman berlangsung dramatis dan memakan waktu beberapa jam hingga situasi benar-benar dapat dikendalikan oleh petugas. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tragis ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai miliaran rupiah akibat hancurnya ratusan bangunan bersejarah.
Ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal kini terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman dan posko darurat yang disediakan pemerintah daerah. Pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk memfasilitasi proses penyelidikan mendalam terkait penyebab pasti timbulnya api.
Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendistribusikan bantuan logistik darurat bagi para korban. Bantuan berupa tenda pengungsian, makanan siap saji, pakaian, serta obat-obatan mulai disalurkan secara bertahap ke lokasi bencana.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat mengingat Kampung Adat Sade merupakan destinasi wisata budaya unggulan yang sangat tersohor. Pemerintah berkomitmen merencanakan pemulihan dan rekonstruksi bangunan adat tersebut agar nilai-nilai kebudayaan lokal Sasak tetap terlindungi dengan baik.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
16 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
16 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
9 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
9 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
12 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





