Senin, 6 April 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Jasa Marga Himbau Masyarakat Pantau Arus Mudik di Puncak Kemacetan Ekstrem Tol MBZ dan Pelabuhan Gilimanuk

Trista - Thursday, 19 March 2026 | 01:37 PM

Background
Jasa Marga Himbau Masyarakat Pantau Arus Mudik di Puncak Kemacetan Ekstrem Tol MBZ dan Pelabuhan Gilimanuk
Jalan Layang MBZ macet, akses masuk di sejumlah titik di tutup sementara (Kompas /)

Kemacetan ekstrem akibat padatnya arus mudik terjadi di Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) dari Rabu malam (18/3/2026) hingga Kamis siang (19/3/2026) di daerah Bekasi Timur, Tambun. Informasi ini disampaikan oleh Jasa Marga melalui akun X @PTJASAMARGA, Kamis (19/3/2026). 

"12.33 WIB #Jalan_Layang_MBZ Tambun - Cibitung PADAT, kepadatan volume lalin" dikutip dari laman X @PTJASAMARGA. 

Kepadatan lalu lintas sepanjang jalan layang MBZ masih terpantau padat volume lalu lintas di sejumlah rute yakni, Cikarang Barat - Cibatu, Cikarang Pusat - Karawang Barat. Sementara itu, untuk rute Karawang - Cikarang - Tambun - Cikunir volume lalu lintas lancar. Kepadatan tertinggi di sejumlah titik jalan layang MBZ membuat sejumlah akses masuk ditutup sementara yakni akses masuk dari Jatiasih, Kalimalang, dan Cawang guna mengurai kepadatan volume lalu lintas ke arah cikampek. 

Pihak Jasa Marga menghimbau masyarakat untuk terus memantau arus lalu lintas di tengah kepadatan arus mudik dan menggunakan jalur alternatif melalui layanan resmi Jasa Marga dengan menghubungi nomor darurat 14080 atau melalui akun X @PTJASAMARGA.   

Sebelumnya, arus mudik ekstrem Lebaran 2026 terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali yang mencapai hingga 32 kilometer, Minggu (15/3/2026). Jumlah tersebut cukup berkurang signifikan pada Senin Siang (16/3/2026) berkisar pada 19 kilometer. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah mengoptimalkan layanan penyeberangan di lintasan Ketapang - Gilimanuk dengan 35 kapal dioperasikan nonstop selama 24 jam. 

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale menyampaikan permintaan maaf atas peningkatan pergerakan kendaraan yang disebabkan dari penutupan layanan penyeberangan untuk kendaraan logistik pada 18-20 maret 2026. 

"ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa. Peningkatan pergerakan kendaraan terjadi karena tingginya antusiasme masyarakat dan kendaraan logistik yang menyeberang dari Bali menuju Jawa menjelang penutupan layanan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi," ungkap Windi dilansir dari laman KumparanNews, (16/3/2026). 

Periode 2026 mengalami peningkatan jumlah kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H-7 dan mencapai 5.743 unit dengan skala 26,9% dibanding dengan periode 2025 yang mencapai 4.526 unit. Menanggapi kondisi ini, pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, secara resmi memohon maaf terhadap pemudik yang terdampak. 

"Memang ada beberapa kejadian yang apa namanya kami mohon maaf, ada penumpukan oleh karena traffic yang cukup luar biasa di penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk itu," kata Prasetyo, dilansir dari laman Kompas.com, Selasa (17/3/2026). 

Kepadatan arus mudik menjelang Lebaran 2026 diperkirakan akan terjadi kembali saat arus pulang. Masyarakat dihimbau untuk tetap melakukan pemantauan arus mudik dan melakukan langkah antisipasi apabila terjebak dalam kepadatan lalu lintas.