Jangan Asal Pakai! Yuk Kenali Makna Suci di Balik 5 Motif Batik Legendaris Ini
Admin WGM - Wednesday, 18 February 2026 | 05:08 PM


Selembar kain batik klasik sering kali menjadi saksi bisu perjalanan hidup manusia, mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga kematian. Para leluhur menciptakan motif-motif ini dengan perenungan spiritual yang dalam, menjadikannya sebagai media komunikasi antara manusia dengan Tuhan dan semesta.
Mari kita bedah beberapa motif populer yang sering kita temukan, namun jarang kita sadari maknanya:
1. Motif Parang: Semangat yang Tak Pernah Putus
Motif Parang adalah salah satu motif tertua di Indonesia dengan ciri khas garis-garis diagonal yang tegas dan saling bersambung.
- Maknanya: Bentuk "S" yang menjuntai terinspirasi dari ombak samudera yang tidak pernah berhenti bergerak. Parang melambangkan kesinambungan, perjuangan tanpa henti, dan tekad yang kuat. Mengenakan Parang berarti membawa harapan agar si pemakai memiliki jiwa kepemimpinan yang kokoh dan pantang menyerah dalam menghadapi ombak kehidupan.
2. Motif Kawung: Lambang Kesucian dan Pengendalian Diri
Terdiri dari empat lingkaran yang membentuk irisan bunga teratai atau buah kolang-kaling, motif Kawung memiliki tata letak yang sangat simetris.
- Maknanya: Angka empat dalam filosofi Jawa sering dikaitkan dengan Sedulur Papat Limo Pancer, yakni menjaga keseimbangan nafsu manusia agar tetap pada jalan yang benar. Kawung melambangkan hati yang bersih, kesucian, dan pengendalian diri yang kuat. Dahulu, motif ini banyak dikenakan oleh pejabat kerajaan dengan harapan mereka menjadi pemimpin yang jujur dan rendah hati.
3. Motif Sido Mulyo: Doa untuk Kemakmuran
Batik ini sering digunakan dalam upacara pernikahan adat Jawa. Kata Sido berarti jadi atau terus-menerus, dan Mulyo berarti mulia.
- Maknanya: Garis-garis pada Sido Mulyo membentuk pola kotak yang berisi berbagai simbol seperti pohon hayat atau burung. Harapannya sangat jelas: agar sepasang pengantin yang memakainya dapat menjalani hidup yang mulia, terhormat, dan berkelimpahan rezeki. Ini adalah doa visual agar keluarga yang dibangun selalu berada dalam kondisi "menjadi mulia".
4. Motif Sekar Jagad: Keberagaman yang Indah
Sekar Jagad memiliki pola yang tampak seperti kumpulan peta atau gumpalan bunga-bunga yang menyatu secara acak namun harmonis.
- Maknanya: Sekar berarti bunga dan Jagad berarti dunia. Secara harfiah, motif ini menggambarkan kecantikan dunia. Namun secara filosofis, Sekar Jagad membawa pesan tentang kebahagiaan dalam keberagaman. Motif ini mengandung harapan agar si pemakai memiliki pandangan yang luas, toleransi yang tinggi, dan mampu menemukan keindahan dalam perbedaan.
5. Motif Truntum: Cinta yang Bersemi Kembali
Motif ini biasanya terdiri dari titik-titik kecil yang membentuk pola seperti bintang di langit malam. Konon, motif ini diciptakan oleh seorang Ratu yang merasa diabaikan oleh Rajanya, lalu ia menatap bintang-bintang sambil membatik.
- Maknanya: Truntum berasal dari kata tumaruntum yang berarti tumbuh kembali. Motif ini adalah simbol cinta yang tulus dan kesetiaan yang tak lekang oleh waktu. Dalam pernikahan, orang tua pengantin biasanya memakai motif ini dengan harapan mereka dapat menuntun dan memberikan teladan cinta yang abadi bagi anak-anaknya.
Memakai Batik dengan Rasa Syukur
Mengenal makna di balik motif batik membuat kita sadar bahwa memakai batik berarti "memakai doa". Ada tanggung jawab moral dan energi positif yang ikut melekat pada tubuh. Dengan memahami filosofi ini, kita tidak lagi sekadar mengikuti tren fashion, tetapi ikut melestarikan pesan-pesan luhur yang telah diwariskan oleh para leluhur melalui tiap tetesan malam di atas kain.
Setiap garis dalam batik adalah dialog antara budaya dan spiritualitas. Dari Parang yang mengajarkan keteguhan hingga Truntum yang bicara soal kasih sayang, batik membuktikan bahwa seni rupa Indonesia bukan sekadar estetika, melainkan cara hidup. Mengenakan batik adalah cara kita menghargai doa-doa yang dirajut oleh masa lalu untuk membimbing masa depan kita.
Next News

Rahasia di Balik Layar Industri K-Pop: Antara Obsesi Kesempurnaan dan Dominasi Global
6 hours ago

Bukan Sekadar Mentah, Ini Rahasia Teknik Ikejime yang Bikin Ikan Jepang Sangat Nikmat
7 hours ago

Lebih dari Sekadar Estetika, Ini Alasan Merah dan Emas Jadi 'Warna Wajib' Tradisi Tionghoa
7 hours ago

Hargai Tradisi! Ini Daftar Pamali yang Tak Boleh Dilanggar Saat Traveling di Indonesia
8 hours ago

Bukan Sekadar Pasrah, Intip Kekuatan Mental di Balik Filosofi Nrimo Ing Pandum
8 hours ago

Lebih Mahal dari Emas, Intip Sejarah Kelam di Balik Harumnya Rempah Nusantara
a day ago

Lebih dari Sekadar Dongeng, Ini Rahasia di Balik Seragamnya Nilai Moral Cerita Rakyat Indonesia
a day ago

Mengenal Arti 'Pitu' di Nasi Tumpeng, Rahasia Angka 7 yang Penuh Doa dan Pertolongan
a day ago

Gak Nyangka! 5 Makanan Enak Ini Ternyata 'Anak Kandung' Akulturasi Tiongkok dan Belanda
a day ago

Ternyata Bukan Asli Indonesia! Simak Sejarah Panjang Cabai Sampai Jadi Raja Kuliner Kita
a day ago





