Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Incar Motor PCX, Saepul Tega Mutilasi Korban di Depok, Polisi Ungkap Intrik LGBT

Trista - Sunday, 09 August 2026 | 04:32 PM

Background
Incar Motor PCX, Saepul Tega Mutilasi Korban di Depok, Polisi Ungkap Intrik LGBT
Motif kasus mutilasi di Depok (Media Perjuangan /)

Kasus mutilasi yang menggemparkan warga di kawasan Depok berhasil terungkap dengan ditetapkannya seorang pria bernama Saepul sebagai tersangka utama. Sosok Saepul, yang diketahui pernah berjualan pisang cokelat di kawasan Pondok Cina ini, diwarnai dengan cekcok intrik penyuka sesama jenis (LGBT).

"Awal cekcok mulai terjadi bahwasanya memang dari hasil pendalaman kami, pelaku ada intrik penyuka sesama jenis (LGBTQ)," ungkap Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono dilansir dari laman Tirto, Minggu (9/8/2026).

Motif utama di balik aksi pembunuhan keji tersebut adalah keinginan kuat pelaku untuk menguasai harta benda berharga berupa sepeda motor jenis Honda PCX milik korban. Niat jahat Saepul mulai muncul secara spesifik setelah ia melihat unggahan foto korban yang sedang berpose gagah bersama kendaraan roda dua yang diincarnya tersebut.

"Untuk motif sendiri yang kami dalami melalui proses penyidikan, bahwasanya setelah berkenalan dengan korban, pelaku melihat salah satu foto dari korban itu menggunakan kendaraan roda dua PCX warna hitam. Dari situlah, karena desakan ekonomi, pelaku memiliki niat untuk menguasai sepeda motor tersebut," ungkap Breggy.

Diketahui, pelaku sengaja memanfaatkan ajakan berhubungan intim sebagai modus halus untuk mendekati calon korbannya. Korban, yang sama sekali tidak mengendus iktikad buruk pelaku, akhirnya terperangkap masuk ke dalam jebakan fatal yang telah dirancang secara matang oleh Saepul.

Pertemuan tersebut berakhir tragis dengan tindakan pembunuhan sadis hingga mutilasi terhadap tubuh korban secara keji. Aksi berdarah dingin ini sengaja dilakukan oleh pelaku demi menghilangkan jejak kejahatannya sekaligus memudahkannya melarikan seluruh barang berharga milik korban.

"Akhirnya pelaku juga menggorok leher korban sehingga korban tidak sadarkan diri. Lalu, pelaku menunggu sampai darah di tubuh dari korban itu habis," ungkap Breggy.

Setelah berhasil merenggut nyawa korban serta menguasai barang yang diincar, Saepul bergerak cepat menjual sepeda motor Honda PCX hasil kejahatannya tersebut. Kendaraan roda dua tersebut akhirnya dijual dengan harga yang sangat murah, yaitu hanya sebesar Rp9,9 juta kepada seorang pembeli.

Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif penyidik kepolisian, uang tunai hasil penjualan motor curian tersebut langsung habis digunakan oleh pelaku demi memenuhi kebutuhan hidup harian. Seluruh dana hasil tindakan keji itu menguap dalam waktu yang relatif singkat tanpa sisa hanya untuk pengeluaran sehari-hari pelaku.

Pengungkapan kasus mutilasi di Depok ini menyita perhatian publik secara luas karena memperlihatkan betapa nekatnya seseorang merenggut nyawa orang lain demi keuntungan materi sesaat. Kini pelarian Saepul telah resmi berakhir di tangan aparat penegak hukum dan ia harus bersiap menghadapi ancaman hukuman yang sangat berat.