Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Gunung Anak Krakatau Meletus 20 Kali Sehari, Status Masih Siaga Level III

Admin WGM - Wednesday, 19 August 2026 | 03:10 PM

Background
Gunung Anak Krakatau Meletus 20 Kali Sehari, Status Masih Siaga Level III
Gunung Anak Krakatau erupsi (Liputan6.com /)

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami 20 kali erupsi pada 17 Agustus 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas vulkanik gunung tersebut masih berada pada Level III atau Siaga. Kondisi itu membuat aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau secara intensif.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan pemantauan dilakukan melalui pengamatan visual dan instrumental. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api secara berkelanjutan. Menurut Suwarno, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan kondisi yang fluktuatif.

"Hari ini tidak ada. Tanggal 17 Agustus 2026 kemarin terjadi erupsi sebanyak 20 kali. Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih fluktuatif, sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam," kata Suwarno, dikutip dari ANTARA, Selasa (18/8/2026).

Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas kegempaan dan hembusan masih terekam oleh alat pemantau. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Karena itu, pemantauan dilakukan secara terus-menerus untuk melihat perubahan aktivitas gunung api.

Menurut Suwarno, peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada awal Juli menjadi dasar Badan Geologi menaikkan status gunung dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga. Kenaikan status tersebut dilakukan sebagai langkah berdasarkan perkembangan aktivitas vulkanik yang terpantau. Meski berstatus Siaga, aktivitas gunung masih dapat dipantau dengan menerapkan langkah mitigasi sesuai rekomendasi PVMBG.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali mengalami erupsi menjadi perhatian karena gunung tersebut berada di kawasan Selat Sunda. Data erupsi pada 17 Agustus menjadi bagian dari hasil pemantauan yang dilakukan terhadap kondisi gunung api. Informasi tersebut disampaikan agar perkembangan aktivitas vulkanik dapat diketahui secara berkelanjutan.

Pemantauan selama 24 jam dilakukan oleh petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau untuk mengamati aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif. Pengamatan visual dan instrumental menjadi bagian dari upaya mengetahui perkembangan kondisi gunung secara lebih menyeluruh. Langkah tersebut juga mendukung penerapan mitigasi sesuai rekomendasi PVMBG selama status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III Siaga.

Berdasarkan laporan ANTARA, belum ada erupsi yang tercatat pada hari setelah aktivitas 20 kali pada 17 Agustus 2026. Namun, Suwarno menegaskan, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dipantau karena kegempaan dan hembusan masih terekam alat. Perkembangan aktivitas gunung selanjutnya akan terus diamati melalui pemantauan selama 24 jam.