Jumat, 22 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Grup Bisnis Haji Isam Menggurita, Saham PACK Disiapkan Jadi Kendali Baru Sektor Tambang

Admin WGM - Monday, 18 May 2026 | 09:00 AM

Background
Grup Bisnis Haji Isam Menggurita, Saham PACK Disiapkan Jadi Kendali Baru Sektor Tambang
Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam (Kontan /)

Gurita bisnis milik pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, kembali memperluas cengkeramannya di Pasar Modal Indonesia. Melalui aksi korporasi terbaru, taipan pemilik Jhonlin Group tersebut resmi menambah portofolio kepemilikan emitennya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mencaplok perusahaan baru. Langkah strategis ini tidak hanya sekadar menambah jumlah emiten di bawah kendalinya, melainkan menjadi jembatan besar bagi imperium bisnisnya untuk masuk ke dalam hilirisasi industri nikel dan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle).

Manuver akuisisi ini langsung memicu respons positif di kalangan investor, sekaligus mengubah konseptual bisnis emiten target yang sebelumnya bergerak di sektor industri yang berbeda.

Penambahan Portofolio Emiten Jhonlin Group

Dengan selesainya proses akuisisi ini, dominasi keluarga Haji Isam di pasar modal kian memperlihatkan taji yang signifikan. Melansir laporan Kontan, dengan masuknya perusahaan baru ini, emiten Haji Isam bertambah jadi empat, di mana publik kini mencermati performa JARR, PGUN, TEBE, hingga PACK. JARR bergerak di sektor sawit, PGUN di sektor perkebunan dan pabrik gula, TEBE di sektor infrastruktur dan logistik batu bara, sementara PACK kini melengkapi diversifikasi tersebut di sektor kemasan yang bersiap bertransformasi.

Pengamat pasar modal menilai bahwa setiap emiten di bawah bendera Jhonlin Group memiliki karakteristik kapitalisasi pasar yang dinamis, namun integrasi ekosistem logistik dan energi yang kuat dari sang induk sering kali menjadi motor penggerak utama bagi lonjakan harga saham mereka.

Profil PACK dan Target Transformasi Bisnis

Perusahaan yang menjadi target akuisisi terbaru ini sejatinya memiliki rekam jejak yang cukup unik sebelum akhirnya beralih kendali ke tangan sang pembuat keputusan asal Kalimantan tersebut. Melansir ulasan Bloomberg Technoz, aksi korporasi ini menyoroti manuver Haji Isam masuk tambang nikel, yang memicu perhatian publik terhadap profil PACK atau PT Solusi Kemasan Digital Tbk. Sebelum diambil alih, PACK merupakan emiten yang berfokus pada industri kemasan digital fleksibel untuk pelaku UMKM.

Namun, pasca-akuisisi, arah bisnis PACK dipastikan akan mengalami perombakan besar-besaran (pivot bisnis). Masuknya modal kuat dari Jhonlin Group diproyeksikan akan mengubah haluan perusahaan guna mendukung lini bisnis pertambangan mineral strategis, sebuah sektor yang saat ini sedang menjadi primadona investasi nasional.

Oper Aset Smelter dan Pabrik Komponen Baterai

Arah strategis dari pencaplokan emiten baru ini secara perlahan mulai terkuak melalui rencana restrukturisasi aset internal kelompok usaha Jhonlin. Melansir analisis Mikirduit, diketahui bahwa tujuan Haji Isam akuisisi PACK adalah untuk melakukan aksi korporasi SMAU, oper aset smelter, dan pabrik ternary precursor. Skema ini dirancang agar PACK dapat menjadi wadah hukum (vehicle) baru bagi pengelolaan aset-aset pengolahan nikel yang sebelumnya berada di bawah entitas lain.

Pabrik ternary precursor sendiri merupakan infrastruktur krusial dalam rantai pasok pembuatan baterai kendaraan listrik, karena mengolah nikel menjadi komponen siap pakai. Dengan mengalihkan aset smelter dan pabrik hulu ini ke dalam perusahaan terbuka seperti PACK, grup bisnis Haji Isam dapat dengan lebih mudah mengakses pendanaan publik melalui pasar modal (right issue atau obligasi) untuk mendanai ekspansi hilirisasi nikel di masa mendatang.

Prospek dan Dampak Bagi Pemegang Saham

Langkah agresif ini menempatkan Jhonlin Group selevel dengan konglomerasi besar lainnya yang sudah lebih dulu terjun ke bisnis kendaraan listrik. Transformasi PACK dari emiten kemasan menjadi emiten komoditas masa depan diprediksi akan mengubah valuasi perusahaan secara drastis dalam jangka panjang.

Pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati detail prospektus resmi terkait lini waktu pemindahan aset dan perubahan anggaran dasar perusahaan. Sinergi antara bisnis batu bara, sawit, dan kini nikel di bawah payung kendali Haji Isam dipastikan akan membuat pergerakan saham emiten-emiten terkait menjadi jauh lebih atraktif dan penuh spekulasi sepanjang sisa tahun 2026 ini.