Gempa M 7,0 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga 0,94 Meter di NTT
Admin WGM - Sunday, 16 August 2026 | 10:10 AM


Gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Sulawesi Tenggara (Sultra) setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 mengguncang Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8/2026). Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ketinggian tsunami yang terukur di sejumlah wilayah berada pada kisaran 0,1 hingga 0,9 meter. Dilansir dari detikNews, tsunami tertinggi tercatat di Maurole, Ende, NTT, dengan ketinggian mencapai 0,94 meter.
Gempa tersebut terjadi pada pukul 04.58 WIB dan episenternya berada sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa yang semula dilaporkan berkekuatan M 7,7 kemudian dimutakhirkan BMKG menjadi M 7,0. Guncangan tersebut memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah yang berada di sekitar sumber gempa.
Sejumlah wilayah kemudian mencatat adanya kenaikan muka air laut akibat tsunami tersebut. Di Sulawesi Selatan, tsunami terpantau di Bulukumba dengan ketinggian 0,54 meter, sedangkan di Sulawesi Tenggara gelombang tercatat 0,30 meter di Baubau dan 0,23 meter di Kolaka. Sementara itu, wilayah NTT yang terdampak antara lain Labuan Bajo, Maurole-Ende, Pelabuhan Kewapante-Sikka, dan Sikka.
BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami setelah hasil observasi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan. "Dengan memperhatikan kondisi terkini, terkait dengan hasil observasi tinggi muka laut di wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan, maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB," jelas BMKG. Masyarakat tetap diminta waspada karena aktivitas gempa susulan masih terjadi di sekitar wilayah terdampak.
Hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mencatat sebanyak 37 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo antara 3,6 hingga 6,2 setelah gempa utama terjadi. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengatakan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan dan kondisi muka laut terus dilakukan. "Waspadai gempa susulan yang masih terjadi," tutup Nelly.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta tetap memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi mengingat gempa susulan masih berpotensi terjadi.
Peristiwa gempa dan tsunami tersebut menjadi perhatian karena dampaknya dirasakan di sejumlah wilayah lintas provinsi. Meskipun peringatan dini tsunami telah berakhir, masyarakat di daerah terdampak tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa susulan maupun perubahan kondisi laut. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap dampak gempa di wilayah NTT dan sekitarnya.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
15 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
15 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
8 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
8 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
11 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





