Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Gelombang Pangandaran Kembali Tenang, Warga Minta Pesisir Segera Dilindungi

Admin WGM - Friday, 14 August 2026 | 02:48 PM

Background
Gelombang Pangandaran Kembali Tenang, Warga Minta Pesisir Segera Dilindungi
Kondisi terkini Pantai Batuhiu usai gelombang tinggi (Tribun Jabar /)

Aktivitas masyarakat di sejumlah kawasan pesisir Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kembali normal setelah sebelumnya terdampak kenaikan air laut dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut terjadi di kawasan Pantai Batuhiu, Kecamatan Parigi, hingga pesisir Legokjawa, Kecamatan Cimerak, termasuk sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Legokjawa. Dilansir dari Harapan Rakyat, air laut yang sempat meluap ke daratan kini telah surut dan aktivitas nelayan, pedagang, serta wisatawan kembali berjalan seperti biasa.

Gelombang tinggi sebelumnya terjadi pada Selasa (11/8/2026) dan membuat air laut naik hingga membawa ranting serta potongan kayu ke daratan. Pedagang Pantai Batuhiu, Iis (68), mengatakan kenaikan air berlangsung sekitar satu hari satu malam dengan kondisi paling tinggi terjadi pada dini hari hingga pagi. "Air naik cuma terjadi hari Selasa kemarin, satu hari satu malam. Paling besar air datang sekitar pukul 01.00 sampai pukul 08.00 pagi," paparnya.

Warga Desa Legokjawa, Saep, menyebut gelombang tinggi saat musim pancaroba bukan merupakan fenomena baru bagi masyarakat setempat. Menurutnya, kondisi tersebut hampir terjadi setiap tahun dan biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari. "Kalau di Legokjawa itu sudah tidak asing lagi kalau terjadi pancaroba karena setiap tahunnya pasti ada. Alhamdulillah biasanya hanya terjadi beberapa hari," ungkapnya.

Meski kondisi laut telah kembali normal, warga Legokjawa masih mengkhawatirkan dampak jangka panjang berupa abrasi yang dapat mengancam kawasan pesisir. Kekhawatiran tersebut juga berkaitan dengan banyaknya perahu nelayan yang bersandar di kawasan tersebut. Saep berharap pemerintah mempertimbangkan pembangunan pemecah gelombang atau struktur pelindung pantai untuk mengurangi tekanan gelombang terhadap garis pesisir.

Saep mengungkapkan, kondisi gelombang sebelumnya pernah menyebabkan perahu milik kelompok masyarakat pengawas atau Pokmaswas mengalami kerusakan parah. "Karena banyak perahu yang bersandar di sana. Bahkan dulu ada perahu Pokmaswas yang sampai hancur menjadi tiga bagian," katanya. Meski gelombang terakhir tidak menyebabkan kerusakan perahu maupun abrasi yang mengkhawatirkan, nelayan tetap diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut.

Sementara itu, kondisi di Pantai Batuhiu juga mulai membaik setelah air laut sebelumnya mencapai kawasan jalan pesisir wisata. Sejumlah warung yang sempat terdampak kini kembali buka dan pedagang mulai menjalankan aktivitas seperti biasa. Kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada kawasan pesisir.

Kembalinya kondisi laut menjadi kabar baik bagi masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan pesisir Pangandaran. Namun, kekhawatiran warga Legokjawa menunjukkan perlunya langkah perlindungan pesisir untuk menghadapi ancaman gelombang tinggi dan abrasi di masa mendatang. Pemerintah diharapkan dapat memperkuat upaya mitigasi agar aktivitas nelayan serta masyarakat pesisir tetap aman dan terlindungi.