Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Gagal Tembus Bundaran HI, Aksi BEM UI Tertahan Barikade Polisi di Dukuh Atas

Admin WGM - Tuesday, 18 August 2026 | 04:31 PM

Background
Gagal Tembus Bundaran HI, Aksi BEM UI Tertahan Barikade Polisi di Dukuh Atas
Demo BEM UI (Jawa Pos /)

Rencana demonstrasi besar yang digagas oleh massa aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia terpaksa menghadapi penyesuaian lokasi secara langsung di lapangan. Langkah ratusan mahasiswa yang mengenakan jas almamater kuning tersebut tertahan oleh barikade ketat aparat kepolisian yang telah bersiaga sejak pagi hari.

Para mahasiswa pada awalnya bermaksud menggelar aksi penyampaian aspirasi publik secara langsung di kawasan pusat ikonik Bundaran Hotel Indonesia Jakarta. Namun pergerakan rombongan massa tersebut langsung dihentikan oleh petugas kepolisian saat mereka memasuki area kawasan Dukuh Atas Jakarta Pusat.

Barisan polisi wanita dikerahkan secara khusus untuk membentuk blokade rapat di sepanjang jalur utama Jalan Jenderal Sudirman. Penjagaan ketat serta barikade rapat ini membuat barisan aliansi mahasiswa tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju titik sasaran utama demonstrasi tersebut.

Pihak aparat kepolisian akhirnya menetapkan area kawasan Dukuh Atas sebagai lokasi resmi bagi para mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi mereka. Langkah pengalihan lokasi ini diambil guna memastikan jalannya aksi unjuk rasa tetap berlangsung dengan aman, teratur, kondusif, dan terkendali.

Kawasan strategis Bundaran Hotel Indonesia dinilai oleh pihak kepolisian sebagai pusat kegiatan perekonomian dan mobilitas masyarakat yang sangat krusial. Keberadaan massa dalam jumlah besar di lokasi tersebut dikhawatirkan dapat memicu kemacetan parah serta mengganggu aktivitas harian warga pengguna jalan.

Meskipun titik lokasi utama demonstrasi mengalami pengalihan dari rencana awal, para mahasiswa tetap melanjutkan rangkaian aksi unjuk rasa dengan semangat tinggi. Mereka segera merapatkan barisan di sekitar mobil komando yang telah disiapkan tepat di lokasi penahanan oleh pihak aparat keamanan.

Sejumlah perwakilan mahasiswa secara bergantian mulai menyampaikan orasi kritis serta berbagai tuntutan penting langsung di hadapan barisan penjagaan kepolisian. Suara aspirasi tersebut terus mengema dengan sangat lantang di tengah pengawalan ketat aparat keamanan yang terus berjaga di lokasi.

Guna mengantisipasi terjadinya potensi penumpukan kendaraan yang sangat parah, petugas lalu lintas segera memberlakukan rekayasa pengalihan arus di sekitar Jalan Jenderal Sudirman. Seluruh kendaraan yang hendak mengarah ke Bundaran Hotel Indonesia langsung diarahkan menuju ke jalur alternatif demi menjaga kelancaran.

Aksi penyampaian pendapat di muka umum ini menjadi gambaran nyata dinamika demokrasi antara penyediaan ruang kebebasan berpendapat dan pemeliharaan ketertiban umum. Pengawalan ketat oleh petugas dilakukan secara terukur agar penyampaian aspirasi publik tersebut dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan potensi kerusuhan.